Gubernur Mirza Sampaikan Refleksi Capaian Pembangunan Provinsi Lampung Sepanjang Tahun 2025

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan refleksi serta capaian pembangunan Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 dalam Acara Kaleidoskop Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Mahan Agung, Bandar Lampung, Minggu (28/12/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa paparan yang disampaikan bukanlah catatan pribadi kepala daerah, melainkan hasil kerja kolektif seluruh perangkat pemerintah provinsi sepanjang 2025.

“Ini bukan catatan saya sebagai gubernur, tetapi kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung sepanjang 2025,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Lampung yang menempatkan provinsi ini pada jajaran sepuluh besar nasional untuk berbagai komoditas strategis. Lampung tercatat sebagai produsen singkong terbesar nasional dengan kontribusi sekitar 70 persen, serta menempati peringkat atas untuk jagung, kopi, udang, sapi, dan berbagai komoditas lainnya.

Sejumlah potensi tersebut diharapkan mampu berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Lanjut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi tahun awal penguatan fondasi pembangunan, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur jalan.

Permasalahan utama, jelas Gubernur Mirza, terletak pada kebijakan pembangunan jalan yang sebelumnya lebih berorientasi pada kawasan ekonomi tertentu, tetapi kurang memperhatikan kepadatan penduduk.

“Kami mengubah strategi. Pembangunan jalan kini diprioritaskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi agar manfaatnya dirasakan lebih luas, baik untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” jelasnya.

Pada 2025, Pemprov Lampung mengalokasikan sekitar Rp400 miliar untuk perbaikan jalan, yang dampaknya dirasakan oleh sekitar 4–5 juta penduduk. Fokus utama adalah memastikan jalan bebas dari lubang agar aman dan nyaman dilalui, meski belum seluruhnya mulus.

Gubernur Mirza menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 84 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 90 persen pada 2027–2028. Sebagian besar ruas jalan akan dibangun dengan konstruksi beton untuk mendukung angkutan hasil pertanian dan menekan biaya logistik.

Lebih dari itu, Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemprov Lampung untuk terus memperkuat hilirisasi, memperbaiki ketimpangan desa dan kota, serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.

“Tahun 2025 adalah pondasi. Ke depan, kita ingin memastikan kekayaan Lampung benar-benar kembali ke masyarakat Lampung,” pungkasnya. (Maulana/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *