Pemprov Bangun Fasilitas di 500 Desa, Program DesaKu Maju Gubernur Mirza

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Ramat Mrzani Djausal dengan dukungan penuh Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, terus bergerak nyata membangun untuk kesejateraan rakyat.

Dimana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana membangun fasilitas pengering komoditas atau dryer di 500 desa sentra produksi melalui pelaksanaan Program Desaku Maju.

“Melalui program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung merancang pembangunan pengering secara masif di 500 desa sentra produksi,” ungkap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan, Kamis (5/3/2026).

Ia mengatakan, melalui adanya pembangunan pengering tersebut, petani di daerahnya akan memiliki daya tawar lebih baik dan proses hilirisasi akan terlaksana di desa.

“Sehingga pengolahan pakan ternak, produksi ayam, hingga distribusi pangan semua berbasis di desa,” katanya.

Ia menjelaskan hal tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan hilirisasi komoditas dan pembangunan berbasis desa.

“Pemerintah Provinsi Lampung tengah fokus membangun ekosistem ekonomi desa melalui program strategi Desaku Maju, yang bertujuan menahan perginya modal dari desa, serta meningkatkan nilai tambah komoditas utama daerah,” jelasnya.

Menurutnya, Lampung adalah provinsi yang memiliki kekayaan komoditas seperti padi, jagung, dan singkong yang mampu menghidupi sekitar 1,2 juta kepala keluarga atau hampir 70 persen populasi di Lampung.

“Selama ini sebagian besar komoditas di Lampung masih keluar dalam bentuk mentah, sehingga nilainya hanya dinikmati daerah lain. Kalau tiga komoditas ini kita selesaikan tata kelolanya, Lampung bisa semakin sejahtera,” tuturnya.

Gubernur mencontohkan produksi jagung yang jumlahnya bisa mencapai 1,7 juta ton per tahun, tetapi belum didukung sepenuhnya oleh sistem pengeringan atau dryer yang memadai di tingkat desa.

“Kalau jagung dikeringkan di desa, dibuat pakan ternak di desa, ayam dibesarkan dan diproses di desa juga, lalu masuk ke dapur MBG di desa. Kita bisa mengurangi biaya logistik, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus memperkuat konsumsi protein masyarakat,” jelasnya.

Selain pengering, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan program pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa untuk meningkatkan produktivitas lahan hingga 15 persen, serta penguatan BUMDes agar mampu menjadi offtaker komoditas lokal.

Saat ini, dari sekitar 2.300 BUMDes berbadan hukum, baru sebagian kecil yang benar-benar aktif dan tumbuh.

“Ekonomi tidak akan tumbuh jika SDM kita tertinggal. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan akademisi dan alumni untuk memperkuat pendidikan vokasi desa, penelitian pakan ternak berbasis komoditas lokal, serta pendampingan tata kelola BUMDes,” terangnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *