Pemprov Lampung Sebut Realisasi Pemanfaatan Energi Capai 4,08 Juta Ton

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan bahwa realisasi pemanfaatan energi di daerah tersebut telah mencapai 4,08 million tonnes of oil equivalent (Mtoe) atau 4,08 juta ton setara minyak.

“Realisasi pemanfaatan energi di Lampung mencapai 4,08 Mtoe. Komposisinya berasal dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 36,32 persen, minyak bumi dengan persentase 37,80 persen,” ungkap Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat (20/2/2026).

Kemudian, ada pula pemanfaatan yang berasal dari gas bumi dengan persentase 4,88 persen, dan batu bara sebesar 21,21 persen.

“Di Provinsi Lampung juga ada peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan dari sebelumnya sebanyak 1,46 Mtoe di 2023 menjadi 1,48 Mtoe pada 2024,” katanya.

Lalu Provinsi Lampung juga mencatat capaian bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 36,32 persen pada 2025. Persentase itu melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 36 persen.

Ia mengatakan capaian tersebut telah sejalan dengan upaya mewujudkan Provinsi Lampung sebagai lumbung energi terbarukan nasional.

“Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dengan luas wilayah sekitar 35.587 kilometer persegi dan penduduk lebih dari 9 juta jiwa yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. Sehingga dapat mendukung terbentuknya pemanfaatan sumber energi baru terbarukan,” jelasnya.

Ia melanjutkan pemerintah daerah pun akan menjadikan momentum tersebut sebagai penguatan sektor energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, serta investasi di Provinsi Lampung.

Tanggapan tambahan terkait pemaksimalan pemanfaatan sumber energi di Lampung dikatakan oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan.

“Kami saat ini memiliki fokus utama terkait rencana pelaksanaan survei seismik 2D oleh PT Pertamina EP di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan,” ujar Putri.

Ia mengatakan berdasarkan paparan SKK Migas pada rapat dengar pendapat 11 Februari 2026, target survei seismik 2D nasional tahun 2026 mencapai 3.882 kilometer. Namun hingga Januari 2026, realisasinya masih nol kilometer.

“Jika survei seismik 2D Lampung-Sumatera Selatan sepanjang 688,5 kilometer ini berjalan, maka kontribusinya sekitar 17,7 persen dari target nasional 2026. Ini bukan kegiatan kecil, tetapi signifikan,” terangnya.

Menurut dia, survei tersebut direncanakan melintasi lima kabupaten di Lampung yakni Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur, serta dua kabupaten di Sumatera Selatan. Total cakupan mencapai 35 kecamatan dan 142 desa dengan jadwal pelaksanaan Desember 2025 hingga Agustus 2026.

Dia pun menekankan pentingnya kesiapan teknis, kepastian perizinan, skema pembiayaan, hingga mitigasi risiko sosial dan lingkungan. Sosialisasi yang sistematis dan transparan dinilai menjadi prasyarat untuk mencegah resistensi masyarakat. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *