Setahun Mirza–Jihan, IJP Lampung Terbitkan Koran dan Buku Edisi Khusus

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, sekaligus meluncurkan koran serta buku edisi khusus. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Gedung Pusiban, Kompleks Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (2/3/2026).

Ketua Pelaksana kegiatan, Deni Kurniawan, mengatakan refleksi ini menjadi langkah rasional dan inspiratif untuk mendokumentasikan perjalanan satu tahun pemerintahan Mirza–Jihan.

“Kami menyadari kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak,” ujar Deni.

Deni menyampaikan terima kasih kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang dinilai membuka ruang diskusi bagi jurnalis, serta Biro Umum yang mendukung kebutuhan teknis pelaksanaan acara.

Deni juga mengapresiasi Dinas Kesehatan Hewan Provinsi Lampung beserta mitra yang turut berkontribusi dalam penyediaan data.

Menurutnya, koran dan buku bertema Rahmat Maju Menuju Lampung Emas merupakan upaya mengabadikan catatan awal pemerintahan Mirza–Jihan. Namun, proses pencetakan buku masih berlangsung lantaran sejumlah tulisan belum rampung.

“Hingga sore ini, pemesanan buku tercatat sebanyak 150 eksemplar, terdiri dari 100 buku dari Badan Pendapatan Daerah dan 50 buku dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung,” jelasnya.

Ketua Umum IJP Lampung, Abung Mamasa, menegaskan penerbitan edisi khusus tersebut bukan bentuk puja-puji terhadap pemerintah, melainkan bagian dari komitmen jurnalis dalam merawat ingatan publik.

“Masyarakat berhak mengetahui apa saja yang dikerjakan pemimpinnya. Lebih dari 80 persen pemilih memberikan mandat kepada gubernur dan wakil gubernur. Itu harus dijawab dengan keterbukaan,” tegas Abung.

Ia menilai tahun pertama pemerintahan merupakan fase peletakan fondasi. Meski belum maksimal, Abung melihat adanya upaya memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan, membangun konektivitas jalan dan jembatan, mendorong reformasi birokrasi, serta berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia.

Abung juga menepis anggapan bahwa IJP kehilangan daya kritis. “Kami tetap profesional dan proporsional. Kritik harus disampaikan secara tajam, tetapi tidak menyindir,” terangnya.

Ia menambahkan, koran edisi khusus tersebut terbit setahun sekali, tanpa iklan dan tidak bersifat komersial.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan refleksi ini menjadi ruang dialog untuk meninjau capaian sekaligus merumuskan langkah ke depan.

Ia menyebut besarnya dukungan pemilih pada Pilkada 2024 sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kepercayaan itu menjadi beban moral sekaligus tanggung jawab bagi kami. Harapan masyarakat sederhana, yakni hidup lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Mirza.

Ia mengakui memenuhi ekspektasi publik bukan perkara mudah. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen terus menghadirkan perbaikan dalam pembangunan dan pelayanan publik.

“Kami sadar masih banyak yang belum mengetahui apa saja yang sudah dan sedang kami kerjakan. Karena itu, ruang-ruang dialog seperti ini sangat penting,” jelasnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *