Wagub Jihan Nurlela Langsung Keluarkan Pernyataan Resmi Melalui Akun Instagram

Pemprov Lampung Sampaikan Klarifikasi

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Menanggapi beredarnya video yang viral di media sosial, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela langsung mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @jihanchalim yang berkolaborasi dengan akun @mirzajihan dan @pemprovlampung_.

Dalam pernyataan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa narasi yang menyebut Wakil Gubernur Lampung menelepon warga dan meminta penghentian perekaman video adalah tidak benar.

“Perlu kami tegaskan bahwa narasi tersebut adalah fitnah dan tidak sesuai fakta,” tegas Pemprov Lampung.

Pemprov Lampung juga menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela tidak pernah menelepon warga, baik terkait kondisi jalan maupun pembangunan jembatan.

Tidak pernah ada perintah untuk menghentikan perekaman video atau bentuk intimidasi kepada warga.

Pemerintah Provinsi Lampung terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat terkait infrastruktur jalan dan jembatan.

“Narasi yang beredar merupakan informasi keliru yang berpotensi menyesatkan publik. Masyarakat diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video tanpa konteks,” jelas Pemprov Lampung.

Ini bermula dari beredar video yang memperlihatkan sejumlah warga dan pelajar menyeberangi sungai menggunakan perahu bersama sepeda motor di Desa Kalipasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.

Video tersebut menuai perhatian publik karena dinilai mencerminkan belum tersedianya infrastruktur jembatan yang layak.

Video itu pertama kali diunggah akun Facebook Andre Angler Liar pada Minggu, (1/2/2026). Dalam keterangan unggahannya, Andre mengkritik belum dibangunnya jembatan penghubung Kalipasir–Way Bungur yang disebut membahayakan keselamatan warga.

“TOLONG PEMERINTAH KAB. PROVINSI DAN PUSAT TANGGAPI RAKYAT DI DESA KALIPASIR KEC. WAY BUNGUR LAMPUNG TIMUR YG MENDERITA AKIBAT ULAH-ULAH PARA PEJABAT,” tulisnya.

Dalam video tersebut, perekam juga mengklaim menerima panggilan telepon dari Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang disebut memintanya menghentikan unggahan video tersebut.

“Terima kasih untuk Wakil Gubernur Lampung yang semalam sudah telepon dan suruh menghentikan video saya. Saya tidak akan pernah berhenti sebelum jembatan ini benar-benar dibangun,” ujar perekam video.

Ia menilai kondisi penyeberangan sungai tersebut sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus menyeberang menggunakan perahu yang dinilai sudah rapuh dan tanpa alat pengaman.

“Kasihan anak didik generasi bangsa ini. Desa Kalipasir berdiri sejak tahun 1960, sekarang sudah 2026,” katanya.

Ia juga melontarkan kritik keras kepada pemerintah. “Kalau memang enggak bisa kerja, enggak usah kerja. Kalian itu digaji sama rakyat tapi fasilitas rakyat enggak diutamakan,” sambungnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *