2027, Gubernur Mirza Sebut Program 1 Desa 1 Sarjana Mulai Dikembangkan

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Program Satu Desa Satu Sarjana mulai dikembangkan pada tahun 2027m guna memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa.

“Untuk memperkuat SDM di tingkat desa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah menyiapkan Program Satu Desa Satu Sarjana yang ditargetkan mulai dikembangkan pada 2027,” ungkap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Senin (24/8/2026).

Melalui program tersebut, pihaknya ingin setiap desa memiliki setidaknya satu sarjana yang berasal dari desa setempat.

“Mereka akan mendapatkan pendidikan dengan dukungan pemerintah dan setelah menyelesaikan pendidikan diharapkan kembali memberikan kontribusi untuk membangun desanya,” kata Gubernur Rahmat Mirzani.

Ia mengatakan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat kualitas SDM di tingkat desa.

“Lampung membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, mesin, industri, pertanian modern, serta berbagai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Karena itu pendidikan vokasi dan pendidikan berbasis keterampilan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM Lampung,” jelasnya.

Dia menjelaskan pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan dan membuka ruang pembangunan. Sedangkan perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan SDM. Sementara itu, dunia usaha berperan membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan, dan masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan.

“Kalau empat kekuatan ini disatukan, kami yakin dampaknya akan jauh lebih besar. Inilah kolaborasi yang ingin kami bangun di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia melanjutkan Pemprov Lampung sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam memajukan pendidikan serta SDM di daerah.

“Kami siap berkolaborasi, siap bekerja sama, dan siap bersama-sama mempersiapkan generasi muda Lampung untuk menyongsong masa depan Indonesia. Mari mendesain masa depan Lampung, bukan hanya menunggu perubahan yang terjadi tetapi menjadi bagian dari perubahan tersebut,” terangnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *