Dari Pesawaran untuk Indonesia, Cyntia Martalena Sukses Tempuh Diklat SPPI 2026

Nasional, Pesawaran18 Dilihat

CAHYAMEDIA.ID (PESAWARAN) – Cyntia Martalena, warga Kabupaten Pesawaran, Lampung, berhasil menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026.

Diklat tersebut berlangsung di Resimen Artileri 1 Marinir (Menart 1 Mar) Cilincing, Jakarta Utara, di bawah kepemimpinan Kolonel Marinir Aminuddin, M.Tr.Hanla., M.M. Cyntia menjadi salah satu peserta yang dinyatakan lulus setelah melalui proses seleksi yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Cyntia mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Menurutnya, selama pendidikan ia memperoleh banyak pengalaman berharga, mulai dari pembentukan karakter, pengetahuan, hingga keterampilan dasar bela negara dan kepemimpinan yang tidak mudah diperoleh di luar pendidikan tersebut.

“Selama mengikuti diklat, kami dilatih menjadi pemimpin, mengendalikan sumber daya manusia agar tujuan dan harapan organisasi dapat tercapai,” ujar Cyntia.

Selama menjalani pendidikan, Cyntia juga dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab sebagai Ketua Kelas, Siswa Komandan Kompi (SisDanki), Siswa Bintara Utama (SisBama), hingga Siswa Komandan Batalyon (SisDanyon). Dalam jabatan terakhir, ia memimpin sekitar 860 peserta diklat.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman yang paling berkesan karena mengasah kemampuan memimpin sekaligus membangun rasa tanggung jawab.

Selain materi bela negara, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen, kepemimpinan, dan pengembangan sumber daya manusia. Cyntia menilai seluruh materi tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Di sana kami tidak hanya diajarkan dasar-dasar kemiliteran sebagai pembentukan karakter, tetapi juga materi manajerial yang sangat bermanfaat untuk pelaksanaan tugas nantinya,” katanya.

Sebagai SPPI bidang Penjamin Mutu Kampung Nelayan Merah Putih, Cyntia akan bertugas memastikan produk perikanan yang dihasilkan memiliki mutu yang baik, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar kualitas, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Ia menjelaskan, selama diklat peserta juga dibekali materi Good Manufacturing Practices (GMP), kewirausahaan sektor kelautan dan perikanan, literasi keuangan UMKM, digitalisasi sektor perikanan, hingga kemampuan problem solving dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

“Intinya kami mempelajari tata kelola perikanan dari hulu hingga hilir, mulai dari proses penangkapan ikan oleh nelayan, penanganan di atas kapal, pengolahan, hingga produk sampai ke tangan konsumen agar kualitasnya tetap terjaga. Masih banyak ilmu lain yang kami dapatkan sesuai bidang masing-masing,” jelasnya.

Cyntia berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti diklat dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui Kampung Nelayan Merah Putih.

“Kalau untuk mengikuti seleksi Akademi Militer usia saya sudah tidak memenuhi syarat. Namun, saya tetap bisa memberikan kontribusi kepada negara melalui pengabdian di Program Kampung Nelayan Merah Putih,” tuturnya.

Diketahui, Diklat SPPI Program KDKMP dan KNMP Tahun 2026 resmi ditutup pada 31 Juli 2026. Seluruh peserta yang dinyatakan lulus telah menerima ijazah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, baik pembekalan intelektual maupun fisik.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, menyatakan seluruh lulusan SPPI kini siap menjalankan tugas dalam mendukung program strategis pemerintah di daerah masing-masing. (*/Bi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *