Gubernur Mirza Dorong Fatayat NU Lampung Perkuat SDM Perempuan dan Pemberdayaan Ekonomi

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Lampung Masa Khidmah 2026–2031, di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2026).

Gubernur Mirza menuturkan bahwasannya peran perempuan semakin penting dalam menghadapi bonus demografi. Lampung tidak bisa selamanya mengandalkan sektor pertanian dan ketersediaan lahan, sehingga peningkatan kualitas SDM harus menjadi perhatian.

“Dulu satu hektare bisa untuk menghidupi tiga atau empat keluarga. Tapi ke depan, kita tidak bisa lagi mengandalkan tanah untuk menghidupi kita. Kita harus mengandalkan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Gubernur Mirza, menilai Fatayat NU telah membuktikan diri sebagai organisasi kader yang mampu melahirkan perempuan yang berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik.

Ia menyebut sejumlah kader Fatayat telah menjadi wakil gubernur, bupati, wakil bupati, pejabat pemerintahan, serta anggota DPRD.

“Ini adalah wujud kepercayaan masyarakat Lampung terhadap kader-kader Fatayat. Bukan karena pengurusnya, tetapi karena kualitas kader-kader Fatayat,” ungkap Gubernur Mirza.

Lanjut, Gubernur Mirza mendorong Fatayat NU terlibat dalam pemberdayaan ekonomi melalui pendidikan kewirausahaan dan pengembangan UMKM berbasis potensi daerah.

“Kita ingin memiliki hilirisasi semua komoditas di Provinsi Lampung. Ada banyak komoditas utama, tetapi baru sekitar 40 persen yang memberikan nilai tambah di Provinsi Lampung,” tuturnya.

Gubernur Mirza menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung membutuhkan dukungan organisasi perempuan, termasuk Fatayat NU, dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

Ia meminta Fatayat NU menjadi contoh pemberdayaan perempuan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

Sementara itu, Plt. Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Dewi Winarti menjelaskan pelantikan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pengurus dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.

Dewi menekankan Fatayat NU harus menjadi rumah bersama yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh perempuan.

“Bagaimana perempuan mau masuk ke pintu Fatayat di mana pun mereka bisa, dan bagaimana para perempuan di Fatayat merasa terlindungi, merasa terberdayakan, dan terfungsikan dengan baik,” jelasnya.

Ketua PW Fatayat NU Lampung Maulidah Zauroh mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta membuka ruang lebih luas bagi generasi milenial dan Gen Z.

“Fatayat tidak boleh berada jauh dari semua tantangan itu. Fatayat harus hadir memberikan aksi dan kontribusi sebagai bagian dari solusi,” jelasnya.

Maulidah menegaskan Fatayat NU Lampung akan memperkuat kaderisasi agar melahirkan kader yang memiliki kompetensi kepemimpinan, berilmu, percaya diri, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Pembina PW Fatayat NU Lampung Chusnunia Chalim dan Ketua PWNU Lampung Puji Raharjo, dan jajaran Fatayat NU Lampung, serta undangan terkait (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *