Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Produk Pertanian

Ajak Pelaku Usaha untuk Manfaatkan Peluang Investasi di Sektor Hilirisasi

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi di sektor hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Lampung.

“Mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang investasi di sektor hilirisasi, guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Lampung,” ungkap Gubernur Mirza di Bandarlampung, Kamis (18/6/2026).

Ia mengatakan berkat fokus pemerintah dalam menjaga sektor primer, khususnya dalam menjaga stabilitas harga padi, jagung, dan singkong. Provinsi Lampung berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen atau berada di atas rata-rata nasional.

“Struktur perekonomian Lampung saat ini masih ditopang oleh sektor pertanian sebesar 26,9 persen, industri pengolahan sebesar 19,11 persen, dan perdagangan sebesar 13,36 persen,” tegas Gubernur.

Adanya hal tersebut menunjukkan investasi di sektor hilirisasi komoditas potensial untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Dengan membaiknya harga komoditas pertanian ini, telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya beli masyarakat di pedesaan. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya pembelian kendaraan bermotor hingga 21 persen, serta naiknya tingkat kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan,” jelasnya.

Gubernur mengapresiasi para pengusaha yang telah berinvestasi, dan mengembangkan usahanya di Provinsi Lampung dan yang telah memenuhi kepatuhan dalam membayar pajak, sebab pelaku usaha merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Menurut dia, meski demikian, ada tantangan yang cukup besar di Lampung saat ini yakni masih terbatasnya kapasitas industri pengolahan yang mampu menyerap hasil produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang melimpah.

Dan hal tersebut dapat diubah menjadi potensi bisnis oleh para pengusaha dalam berinvestasi di bidang hilirisasi.

“Realisasi investasi di Provinsi Lampung pada tahun 2025 juga menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan pertumbuhan mencapai 57,25 persen, yang sebagian besar masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” tambahnya.

Dia mengatakan Provinsi Lampung hanya akan maju jika bersatu, bergerak bersama, dan bekerja dengan arah yang sama. Sehingga seluruh pemangku kepentingan juga harus membangun budaya kepatuhan pajak yang lahir dari kesadaran, bukan semata-mata karena kewajiban untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan iklim investasi yang baik.

“Diharapkan sinergi antara pemerintah, dan dunia usaha semakin kuat dalam mendorong kepatuhan perpajakan, memperkuat kemandirian fiskal, serta mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung,” harapnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *