Gubernur Mirza Dorong KDKMP Jadi Motor Hilirisasi Ekonomi Desa di Lampung

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi motor penguatan ekonomi desa dan hilirisasi potensi lokal.

Menurut Mirza, KDKMP harus mampu memastikan nilai tambah komoditas dan kekayaan desa tidak hanya mengalir keluar, tetapi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Mirza saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Semergou, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Seminar tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman mengenai implementasi KDKMP di Lampung dan merupakan kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta 10 asosiasi desa dari seluruh Indonesia.

Mirza mengatakan, selama ini sekitar 70 persen perputaran uang di desa mengalir ke kota, sedangkan hanya sekitar 30 persen yang tetap berputar di desa.

“Padahal, kita mengetahui bahwa 70 persen penduduk Indonesia tinggal di desa. Demikian pula di Provinsi Lampung, sebagian besar penduduk kita tinggal di wilayah perdesaan,” kata Mirza.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat masyarakat desa belum memperoleh manfaat maksimal dari kekayaan ekonomi yang dihasilkan dari wilayah mereka sendiri.

Padahal, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama komoditas singkong, padi dan jagung yang produksinya turut berkontribusi terhadap produksi nasional.

“Dengan kekayaan sumber daya alam sebesar itu, seharusnya masyarakat desa kita sudah jauh lebih makmur,” ujarnya.

Mirza menilai salah satu persoalan yang harus dibenahi adalah belum optimalnya hilirisasi. Selama ini, banyak komoditas dari desa keluar dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya dinikmati di wilayah lain.

Melalui KDKMP, pemerintah mendorong setiap desa mengolah komoditas sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Desa penghasil jagung, misalnya, dapat mengembangkan pengolahan jagung menjadi pakan ternak. Sementara desa penghasil singkong dapat mengembangkan produk pangan olahan.

Adapun desa penghasil padi didorong memiliki fasilitas penggilingan sehingga gabah dapat diproses menjadi beras di desa.

“Inilah yang ingin kita ubah. Keinginan Presiden adalah bagaimana kekayaan yang ada di desa dapat dimaksimalkan sehingga proses peningkatan nilai tambah dilakukan di desa masing-masing,” ungkap Mirza.

Pemprov Lampung juga mengintegrasikan program Desaku Maju dengan KDKMP untuk mendorong pengembangan serta hilirisasi potensi ekonomi lokal.

“Kalau kita memiliki jagung, maka kita dorong agar dapat diolah menjadi pakan ternak. Kalau kita memiliki padi, maka kita dorong agar fasilitas penggilingan atau rice milling dapat tersedia dan berkembang di desa-desa. Melalui Desaku Maju pengelolaannya akan diintegrasikan dengan KDKMP,” jelasnya.

Mirza menyebut Pemprov Lampung bersama Forkopimda memberikan dukungan terhadap percepatan pembentukan dan pengembangan KDKMP.

Ia menilai sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa dan masyarakat diperlukan agar koperasi dapat berkembang secara optimal.

Saat ini, Lampung disebut berada di peringkat keempat secara nasional dalam pembentukan dan pembangunan KDKMP serta menjadi yang tertinggi di luar Pulau Jawa.

“Capaian ini tidak terlepas dari peran Forkopimda yang meyakini bahwa KDKMP merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun dan membangkitkan perekonomian desa,” terang Mirza.

Selain sektor pertanian, KDKMP diarahkan untuk memperkuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Mirza juga menekankan pentingnya kemampuan kepala desa dalam mengelola potensi ekonomi wilayah masing-masing.

“Para Kepala Desa harus memiliki kemampuan dan seni dalam mengelola kekayaan yang ada di desanya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan pembangunan sarana KDKMP telah memasuki tahap finalisasi.

Menurutnya, lebih dari 35.000 gudang dan gerai sedang disiapkan. Tahap berikutnya mencakup validasi, verifikasi bangunan hingga persiapan operasional.

“Kami ingin agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini kita kawal bersama-sama,” kata Yandri.

Ia menyebut KDKMP merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita keenam, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah sekaligus mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Yandri mengatakan berbagai program seperti Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Budaya, desa tematik dan program pemberdayaan lainnya akan diarahkan untuk terhubung dengan KDKMP melalui kerja sama dengan BUMDes dan pelaku UMKM.

“Semua kita ajak untuk bergerak dan berkembang bersama. Kita ingin semua bangkit dan berkembang. Itulah pesan Bapak Presiden Prabowo. Melalui semangat Bangun Desa, Bangun Indonesia, kita meyakini bahwa ketika kita membangun desa, sesungguhnya kita sedang membangun Indonesia,” pungkasnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *