Gubernur Mirza Dorong Peningkatan Keterampilan dan Daya Saing Tenaga Kerja Muda

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong peningkatan keterampilan dan kompetensi generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu memanfaatkan peluang usaha dari potensi ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka program Tailor Made Training (TMT) di Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung, Senin (2/11/2026).

Program TMT diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. Program ini merupakan pelatihan vokasi yang dirancang sesuai kebutuhan mitra, dengan materi yang menekankan keterampilan praktis, budaya kerja, disiplin, produktivitas, dan penguasaan teknologi.

Di UIN Raden Intan Lampung, program TMT diikuti 288 mahasiswa dari delapan fakultas yang terbagi dalam 18 kelas. Pelaksanaannya berlangsung dalam dua gelombang, yakni 176 mahasiswa pada 19–23 Oktober 2026 dan 112 mahasiswa pada 2–6 November 2026.

Menurut Gubernur Mirza, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Lampung. Besarnya jumlah penduduk usia produktif perlu diimbangi dengan keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Setiap tahun, sekitar 130.000 lulusan SMA dan SMK di Lampung menyelesaikan pendidikan. Tidak seluruhnya melanjutkan ke perguruan tinggi sehingga diperlukan upaya penyiapan tenaga kerja agar generasi muda memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

Gubernur menilai pelatihan vokasi seperti TMT dapat menjadi salah satu upaya untuk menjembatani kebutuhan tersebut karena materi pelatihannya disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan kondisi di lapangan.

“Kunci kemajuan Provinsi Lampung ke depan, kemakmuran itu adalah di anak-anak mudanya. Saya berharap adik-adik yang ada di sini harus punya kreativitas, inovasi, dan semangat. Setelah lulus harus bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujar Gubernur.

Selain mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja, Gubernur juga mendorong mereka agar mampu melihat peluang usaha dari potensi sumber daya alam Lampung. Daerah ini memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari kopi robusta, pisang, jagung, hingga ubi kayu.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung pengembangan industri pengolahan agar komoditas daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan menjadi produk bernilai tambah dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, generasi muda perlu dibekali keterampilan yang relevan, termasuk kemampuan memanfaatkan teknologi di sektor pertanian dan industri pengolahan.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan sejumlah upaya untuk memperluas kesempatan generasi muda dalam mengembangkan potensi diri dan usaha. Di antaranya melalui program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana serta rencana penyediaan fasilitas pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi anak muda yang ingin berwirausaha.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung Wan Jamaluddin menyampaikan bahwa program TMT memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh keterampilan praktis sebagai pelengkap pembelajaran akademik. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan agar mahasiswa lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

“Kami berharap program ini menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menyiapkan generasi muda Lampung yang tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja atau job creator,” ujar Wan Jamaluddin.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan vokasi, dan perguruan tinggi, program TMT diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, generasi muda Lampung memiliki keterampilan yang lebih relevan untuk mengisi peluang kerja maupun mengembangkan usaha sesuai potensi ekonomi daerah. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *