Gubernur Mirza Dukung ASITA Lampung Travel Fair 2026

Perkuat Konektivitas Wisata Lampung–Malaysia

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong ASITA Lampung Travel Fair 2026 menjadi momentum untuk memperluas pasar pariwisata Lampung, khususnya melalui penguatan konektivitas wisata dengan Malaysia.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Mirza dalam pertemuan dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Lampung di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (13/10/2026).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyatakan dukungannya terhadap upaya penguatan sektor pariwisata melalui perluasan konektivitas penerbangan internasional, pengembangan paket wisata, serta peningkatan promosi destinasi unggulan Lampung kepada wisatawan mancanegara.

Ia menekankan pentingnya pengembangan produk wisata yang tidak hanya berorientasi pada akhir pekan (Weekend), tetapi juga mampu menarik kunjungan pada hari kerja (Weekday).

Gubernur Mirza berpendapat bahwa pemerataan kunjungan wisatawan sepanjang pekan menjadi peluang untuk meningkatkan tingkat hunian hotel, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas dampak ekonomi pariwisata.

Gubernur Mirza mengajak ASITA bersama Dinas Pariwisata dan para pelaku industri untuk mengidentifikasi pasar potensial pada Senin hingga Kamis, kemudian mengemas pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

“Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana mengisi kunjungan wisata pada Senin sampai Kamis. Kalau paket wisata pada hari kerja bisa tumbuh, kunjungan pada akhir pekan juga akan ikut berkembang,” jelasnya.

Gubernur Mirza juga mendorong pengembangan paket wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), seperti island hopping di kawasan Bandar Lampung dan Pesawaran, snorkeling, wisata kuliner, trekking di Taman Hutan Raya (Tahura), serta pengembangan wisata desa berbasis budaya Lampung.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa pengembangan paket wisata harus diiringi kesiapan destinasi dan kualitas pelayanan.

Wisatawan yang datang perlu memperoleh pengalaman yang baik agar tertarik untuk kembali dan merekomendasikan Lampung kepada wisatawan lainnya.

“Ketika menerima tamu dari luar daerah maupun mancanegara, teman-teman ASITA menjadi representasi Provinsi Lampung. Karena itu, berikan pelayanan terbaik agar kesan yang dibawa wisatawan tentang Lampung juga baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga menyoroti potensi pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mendorong pelaku usaha perjalanan untuk menangkap peluang pasar wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk wisatawan dari berbagai kabupaten di Lampung yang memiliki daya beli dan minat perjalanan yang terus berkembang.

Melalui dukungan terhadap ASITA Lampung Travel Fair 2026, Gubernur Mirza berharap promosi pariwisata semakin luas, konektivitas internasional semakin kuat, dan kerja sama antara pelaku industri pariwisata mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Ketua DPD ASITA Lampung Ahmad Al-Akhran menyampaikan bahwa ASITA Lampung Travel Fair 2026 akan digelar pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Mall Chandra Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Kegiatan bertajuk ASITA Lampung Travel Fair Go to Malaysia 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung keberlanjutan penerbangan internasional Lampung–Malaysia sekaligus membuka peluang kerja sama pariwisata yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.

Akhran menjelaskan bahwa kegiatan yang bekerja sama dengan Tourism Malaysia tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan antara agen perjalanan Lampung dan Malaysia.

Melalui promosi paket wisata Malaysia kepada masyarakat Lampung, ASITA berharap terbentuk kerja sama timbal balik sehingga wisatawan Malaysia juga semakin banyak berkunjung ke Provinsi Lampung.

“Kami berharap penerbangan internasional ini tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi Lampung. Tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menggerakkan UMKM, usaha perjalanan wisata, perhotelan, dan perekonomian masyarakat,” harapnya.

ASITA Lampung Travel Fair 2026 sendiri dirancang menghadirkan pameran perjalanan, penawaran khusus paket wisata dan tiket pesawat, business matching, promosi wisata medis (medical tourism), talkshow, permainan interaktif, hiburan, serta pertunjukan budaya.

Sejumlah mitra dari Malaysia juga dijadwalkan hadir, termasuk perwakilan sektor perhotelan, layanan kesehatan, dan destinasi wisata.

Penyelenggara menargetkan sekitar 25.000–30.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, dengan target transaksi penjualan sebesar Rp750 juta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi langsung bagi pelaku industri pariwisata sekaligus memperluas peluang bisnis antara Indonesia dan Malaysia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung menyampaikan bahwa Malaysia merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia

Karena itu, promosi melalui ASITA Lampung Travel Fair diharapkan dapat membuka peluang kunjungan timbal balik, sehingga hubungan pariwisata tidak hanya mendorong perjalanan masyarakat Lampung ke Malaysia, tetapi juga meningkatkan kedatangan wisatawan Malaysia ke Lampung. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *