Gubernur Mirza: Ekonomi Harus Tumbuh Inklusif untuk Kesejahteraan

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung harus inklusif untuk mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang kita dorong harus inklusif. Artinya, manfaat pertumbuhan itu harus benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui terbukanya lapangan kerja, maupun penurunan kemiskinan,” ungkap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Senin (15/6/2026).

Ia mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif, maka akan mendukung pemerataan kesejahteraan serta mengurangi kesenjangan di tengah masyarakat di daerahnya.

“Seluruh perangkat daerah diharapkan untuk bisa menyelaraskan program dan kegiatan dengan prioritas nasional, program strategis Presiden, serta prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung agar pelaksanaan pembangunan lebih terarah dan terukur,” katanya.

Dia menjelaskan dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif maka dapat menciptakan akses dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.

“Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan belanja pemerintah daerah melalui APBD. Sehingga membutuhkan pendanaan kreatif dari berbagai sumber,” jelasnya.

Menurut dia, keterbatasan ruang fiskal daerah menuntut adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, sektor swasta, serta berbagai instansi vertikal guna mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki Provinsi Lampung.

“Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menyukseskan RPJMN, RPJMD, dan mewujudkan visi Indonesia Emas. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, tidak mungkin hanya mengandalkan APBD. Karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dimana berbagai indikator makro daerah menunjukkan perkembangan positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata nasional hingga penurunan angka kemiskinan.

Diketahui sebelumnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif Pemerintah Provinsi Lampung tengah mengupayakan skema pembiayaan kreatif sebagai pendanaan alternatif seperti yang bersumber dari investasi swasta, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), pembiayaan dari lembaga pembangunan, instrumen pasar keuangan, hingga pembiayaan berkelanjutan yang berbasis lingkungan.

Pada triwulan I 2026 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung tahun per tahun mengalami pertumbuhan sebesar 5,58 persen. Dari sisi produksi lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,43 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,84 persen. (Mln/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *