Kerja Nyata untuk Warga Lampung, Gubernur Mirza Minim Sorot Kamera

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menunjukkan gaya kepemimpinan yang berbeda dari kebanyakan kepala daerah. Di saat sebagian pemimpin sibuk membangun citra di media sosial, Mirza justru memilih bekerja senyap—bahkan di hari libur—dengan turun langsung dan membaur bersama masyarakat.

Bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela serta didukung Sekretaris Daerah Provinsi Marindo Kurniawan, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat menjalankan program percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, pada tahun 2026.

Pemprov menargetkan perbaikan hampir 200 kilometer jalan provinsi guna meningkatkan tingkat kemantapan jalan dari sekitar 75 persen pada 2025 menjadi 86 persen pada 2026. Sejumlah proyek strategis telah mulai berjalan, di antaranya ruas Kalirejo–Bangunrejo sepanjang 5,53 kilometer dengan anggaran Rp57,75 miliar, Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 6,5 kilometer senilai Rp66,69 miliar, serta Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 3,5 kilometer dengan anggaran Rp38,39 miliar. Total anggaran untuk satu kawasan tersebut mencapai Rp162,93 miliar.

Secara keseluruhan, Dinas Bina Marga Provinsi Lampung menangani 62 ruas jalan di berbagai wilayah. Program ini telah dimulai sejak awal April 2026 dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir tahun, dengan menitikberatkan pada kualitas konstruksi dan daya tahan jalan.

Data tahun 2025 menunjukkan kondisi jalan provinsi relatif mantap di hampir seluruh daerah. Lampung Timur mencatat angka 95,85 persen, Pesisir Barat 95,22 persen, Lampung Utara 93,58 persen, Pesawaran 92,09 persen, Lampung Selatan 91,92 persen, Kota Bandar Lampung 100 persen, serta Kota Metro 92,64 persen. Dengan target peningkatan yang agresif, pembangunan ini dinilai menjadi fondasi penting bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Tak hanya infrastruktur, transformasi sektor pertanian juga menjadi fokus utama. Pemerintah mengarahkan pembangunan pertanian secara terstruktur dari hulu hingga hilir, sebagai kunci peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Sejak 2025, integrasi fasilitas Pupuk Organik Cair (POC) dan mesin pengering gabah (bed dryer) mulai menunjukkan hasil signifikan. Program ini tidak hanya mendorong produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pada tahap pascapanen.

Sepanjang 2025, sebanyak 500 desa telah memiliki instalasi produksi POC dengan target pengembangan hingga 2.000 titik. Sementara itu, 34 unit bed dryer telah beroperasi dan direncanakan bertambah 82 unit pada 2026. Program ini juga terintegrasi dengan inisiatif Desaku Maju melalui pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta diperkuat dengan program vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat desa.

Di sektor ekonomi, Lampung mencatat capaian membanggakan dengan inflasi terendah secara nasional pada Maret 2026. Inflasi tahunan tercatat sebesar 1,16 persen, sementara inflasi bulanan berada di angka 0,15 persen, menempatkan Lampung dalam 10 besar provinsi dengan inflasi terendah.

Selain itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama April 2026 mengalami penurunan sebesar -0,8 persen. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan pengendalian harga oleh pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), terutama di tengah tingginya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui sinergi lintas sektor, pemantauan harga rutin, serta intervensi tepat sasaran pada komoditas strategis.

Dengan berbagai capaian tersebut, kepemimpinan Gubernur Mirza dinilai tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *