Masjid Mu’awanah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M: Meneladani Akhlak Rasulullah di Tengah Tantangan Zaman

Bandar Lampung17 Dilihat

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Masjid Mu’awanah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Selasa (25/8/2026) malam. Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan hidup, perjuangan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial atau tradisi tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri.

Masjid yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kedaton, Bandarlampung, dalam peringatan Maulid Nabi ini dihadiri seluruh pengurus Masjid Mu’awanah, jamaah, dan warga sekitar masjid.

Hadir juga Wali Kota Bandarlampung yang diwakili Lurah Kelurahan Kedaton, Murdani Priyanto, S.STP.

Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang digelar Masjid Mu’awanah, kali ini menghadirkan penceramah DR. KH.Ahmad Habib, M.Ag.

Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen penting dalam tradisi Islam yang selalu diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Peringatan ini menjadi sarana mengenang kelahiran Rasulullah SAW di Makkah pada Tahun Gajah, sekitar tahun 570 Masehi.

Selain mengingat sejarah, perayaan Maulid juga dimaknai sebagai kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran jika umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, selalu menantikan datangnya peringatan ini.

Dalam sambutan Ketua Masjid Mu’awanah, Drs. H. Arzan Kamal, mengatakan, sejauh mana kita telah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW merupakan sosok yang memiliki akhlak agung. “Beliau dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, penyayang, sabar, adil, rendah hati, pemaaf, serta memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk diamalkan umat Islam di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.”

Drs. H. Arzan Kamal, menjelaskan tentang rehab tempat wudhu dan WC di masjid tersebut. “Terimakasih kepada donasi semoga diberi kelancaran rezekinya, dalam amal zariahnya,” jelasnya.

Sementara itu, sambutan Wali Kota Bandarlampung yang disampaikan Lurah Kelurahan Kedaton, Murdani Priyanto, S.STP. mengatakan, menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk mengamalkan kejujuran, kasih sayang, toleransi, keadilan, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Penceramah DR. KH.Ahmad Habib, M.Ag. dalam tausiahnya Keteladanan Rasulullah di era media sosial. Salah satu tantangan kehidupan umat Islam saat ini adalah derasnya arus informasi melalui media sosial. Setiap orang dapat dengan mudah menyampaikan pendapat, menyebarkan berita, memberikan komentar, bahkan membagikan informasi hanya dalam hitungan detik.

“Di tengah kondisi tersebut, sifat siddiq atau jujur yang dimiliki Rasulullah SAW menjadi sangat penting untuk diteladani,” jelasnya.

Meneladani Rasulullah SAW di era digital berarti menjaga lisan sekaligus menjaga jari-jari kita dari sesuatu yang dapat menyakiti atau merugikan sesama.

Amanah bukan hanya berkaitan dengan jabatan besar atau tanggung jawab seorang pemimpin. Amanah ada dalam setiap kehidupan manusia.

Meneladani Rasulullah SAW berarti belajar untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepada kita.
Kasih Sayang di Tengah Perbedaan
Kehidupan masyarakat saat ini juga diwarnai berbagai perbedaan. Perbedaan pilihan, pendapat, latar belakang, maupun cara pandang terkadang dengan mudah berubah menjadi pertentangan.

Di sinilah keteladanan Rasulullah SAW tentang kasih sayang dan toleransi menjadi sangat penting.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperlakukan manusia dengan baik. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *