Pembangunan Jalan Provinsi di Lampung Hadapi Tantangan Cukup Besar

Pemprov Lampung Alokasikan Rp304 Miliar untuk Pembangunan Jalan di Lampung Tengah

Lampung, Pemerintahan101 Dilihat

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp304 miliar untuk pembangunan dan peningkatan delapan ruas jalan provinsi di Kabupaten Lampung Tengah pada 2026.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Munir Abdul Haris, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan pemerataan pembangunan di daerah.

Munir menyebut, pembangunan jalan provinsi di Lampung menghadapi tantangan cukup besar karena panjang jalan dan luas wilayah tidak sebanding dengan kemampuan keuangan daerah.

Provinsi Lampung mempunyai problem yang mendalam, mendasar dan substansial, yakni panjang jalan provinsi, luas wilayah dengan kemampuan keuangan daerah tidak berbanding lurus,” jelas Munir di Bandarlampung, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerataan pembangunan jalan provinsi tidak dapat dilakukan sekaligus, melainkan membutuhkan proses dan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Ia menyebut, pada 2026 Pemprov Lampung bersama DPRD Lampung telah mengalokasikan anggaran pembangunan jalan provinsi di Lampung Tengah yang merupakan daerah pemilihannya.

“Alhamdulillah, pada 2026 ini Bapak Gubernur Mirza dengan Wagub Jihan Nurlela beserta seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung, khususnya di dapil saya, mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan jalan provinsi yang berlokasi di Kabupaten Lampung Tengah,” terangnya.

Munir merinci, terdapat delapan ruas jalan provinsi di Lampung Tengah yang mendapatkan alokasi anggaran. Delapan ruas jalan tersebut sebagai berikut:

Ruas Seputih Surabaya-Sadewa sepanjang sekitar 0,6 kilometer dengan nilai anggaran Rp6 miliar.
Ruas Bandar Jaya-Seputih Mataram sepanjang 10 kilometer dengan anggaran Rp100 miliar.
Ruas Metro-Kota Gajah sepanjang 0,5 kilometer dengan anggaran Rp5 miliar.
Ruas Kalirejo-Bangunrejo sepanjang 6 kilometer dengan anggaran Rp60 miliar.
Ruas Wates-Metro sepanjang 1,5 kilometer dengan anggaran Rp15 miliar.
Ruas Padang Ratu-Pekurun Udik sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp40 miliar.
Ruas Padang Ratu-Kalirejo sepanjang 7 kilometer dengan anggaran Rp70 miliar.
Ruas Gunung Sugih-Kota Gajah sepanjang sekitar 0,8 kilometer dengan anggaran Rp8 miliar.

“Dari delapan ruas tersebut totalnya Rp304 miliar dengan panjang jalan yang dibangun sekitar 30,4 kilometer,” ujar Munir.

Munir menjelaskan, pembangunan sejumlah ruas jalan tersebut menggunakan konstruksi rigid beton. Pemilihan konstruksi ini, kata dia, disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi tanah di Provinsi Lampung.

Menurutnya, rigid beton dinilai lebih aman dan memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan konstruksi hotmix pada kondisi tertentu.

“Ini adalah jalan rigid beton karena menyesuaikan dengan kontur tanah yang ada di Provinsi Lampung. Ternyata yang paling aman dan awet, maka yang dibangun adalah rigid beton, bukan lagi hotmix,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Lampung Tengah.

Munir juga berharap optimalisasi pendapatan daerah terus dilakukan sehingga kemampuan fiskal Pemprov Lampung semakin meningkat.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan provinsi di 15 kabupaten/kota, dapat terus dikejar. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *