Pemprov Lampung Distribusikan 100 Ribu Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG)
– Pemerintah Provinsi Lampung mencatat realisasi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencapai 61,7 persen dari total vaksin yang telah didistribusikan hingga pertengahan Maret 2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lily Mawarti menyebutkan, dari 100.000 dosis vaksin yang telah disalurkan, sebanyak 61.739 dosis telah direalisasikan per 16 Maret 2026.

Secara keseluruhan, Pemprov Lampung mendapatkan alokasi vaksin PMK sebanyak 338.000 dosis pada 2026 yang dibagi dalam dua tahap, masing-masing 169.000 dosis pada periode Januari-Maret dan Juni-Agustus.

“Untuk tahap pertama, pemerintah telah menerima 169.000 dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, distribusi baru mencapai 100.000 dosis dan akan kembali dilanjutkan pada awal April 2026,” ungkap Lily.

Selain vaksin, Lily mengatakan bantuan logistik juga telah disiapkan. Pada Maret 2026, pemerintah menerima obat-obatan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, meliputi 120 botol antibiotik, 72 botol analgesik, 60 botol multivitamin, 2.500 strip obat cacing, serta 100 liter desinfektan.

Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan bersamaan dengan vaksin tahap kedua pada awal April.

Lily melanjutkan, upaya percepatan pengendalian PMK juga diperkuat melalui Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan yang digelar pada 10 Februari 2026, melibatkan dinas terkait dari 15 kabupaten/kota serta pemangku kepentingan lainnya.

PMK sendiri merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.

Penyakit ini dapat menular sangat cepat, bahkan hingga 100 persen populasi ternak, dengan tingkat kematian mencapai 5 persen pada ternak dewasa.

Pemerintah menekankan sejumlah langkah pengendalian, mulai dari pembatasan lalu lintas ternak, peningkatan biosekuriti, hingga vaksinasi berkala sesuai standar operasional.

Di tingkat daerah, Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu fokus penanganan. Pada 2026, wilayah ini mendapat alokasi 40.000 dosis vaksin.

Hingga kini, sebanyak 6.500 dosis telah didistribusikan dan akan kembali ditambah 6.000 dosis pada awal April.

Sosialisasi dan edukasi kepada peternak juga terus dilakukan, termasuk di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, menyusul adanya laporan kasus PMK di wilayah tersebut.

Pemprov Lampung menargetkan program vaksinasi dan pengendalian PMK dapat memberikan rasa aman bagi peternak, terutama menjelang Hari Raya Iduladha 2026, sekaligus menjaga posisi Lampung sebagai salah satu lumbung ternak nasional. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *