Pemprov Lampung Jajaki Pasar Tiongkok

Produk Unggulan Desa

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjajaki peluang perdagangan internasional dengan 13 delegasi perdagangan asal Tiongkok. Tujuannya untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan desa.

Pertemuan yang berlangsung di Bandar Lampung pada 13 Oktober 2026 itu difokuskan pada potensi kerja sama perdagangan dan pengembangan ekspor produk lokal.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan melalui program prioritas Desaku Maju. Selain itu, pemerintah daerah mendorong agar potensi ekonomi desa tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal. Namun, mereka juga ingin agar desa memiliki peluang untuk memasuki pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, memimpin audiensi bersama delegasi Tiongkok. Pertemuan tersebut turut dihadiri tim Hagakawa Trading House Lampung serta sejumlah akademisi dan praktisi.

“Dalam pertemuan itu, terdapat dua kelompok komoditas yang menjadi perhatian, yakni produk perikanan dan kelautan serta komoditas pertanian dan perkebunan,” ungkap Zimmi, Kamis (15/10/2026).

Pada sektor perikanan dan kelautan, komoditas yang ditawarkan meliputi ikan, kepiting soka, kepiting bakau, tiram, kerang putih, dan bawal bintang. Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan mencakup aneka rempah-rempah serta tepung tapioka yang berpotensi memenuhi kebutuhan industri di Tiongkok.

Pemprov Lampung menilai perluasan akses pasar internasional dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Namun, peluang tersebut memerlukan tindak lanjut, antara lain melalui penguatan kemitraan perdagangan dan kesiapan pasokan komoditas.

Program Desaku Maju menjadi salah satu landasan kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang melibatkan masyarakat desa. Pendekatan ini diarahkan agar petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan potensi daerah.

Pemprov Lampung menyatakan akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut menuju kemitraan yang lebih konkret. Meski demikian, pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada informasi mengenai nilai transaksi maupun volume ekspor yang disepakati. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *