Pemprov Lampung Pastikan Pembangunan Ruas Jalan Kalirejo-Pringsewu Lancar dan Bermanfaat bagi Masyarakat

CAHYAMEDIA (PRINGSEWU) – Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat penanganan ruas jalan Kalirejo–Pringsewu yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian antara Kabupaten Lampung Tengah dan Pringsewu.

Hal tersebut ditunjukkan saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau progres pekerjaan sekaligus melihat langsung kondisi jalan dan mendengar kebutuhan warga yang sehari-hari menggunakan ruas tersebut di Desa Rejosari, Kabupaten Pringsewu, Jumat (14/8/2026).

Ruas jalan sepanjang 16,3 kilometer tersebut setiap harinya dilalui sekitar 15.000 kendaraan, termasuk kendaraan berat pengangkut material. Kondisi tersebut membuat perbaikan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran perjalanan, tetapi juga keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.

Penanganan ruas jalan tersebut difokuskan pada segmen sepanjang 2,7 kilometer dengan nilai pekerjaan sekitar Rp23,9 miliar. Pekerjaan menggunakan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) dengan ketebalan beton sekitar 31 sentimeter, dilengkapi rabat beton selebar satu meter di sisi jalan serta pembangunan box culvert dan gorong-gorong untuk mendukung sistem irigasi lahan pertanian masyarakat.

Saat meninjau lokasi, Gubernur Mirza melihat langsung kondisi konstruksi sekaligus memastikan pekerjaan terus berjalan sesuai target. Ia mengatakan tingginya volume kendaraan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi ruas tersebut, terlebih banyak kendaraan berat dengan muatan sekitar 25 hingga 30 ton yang melintas membawa material seperti pasir, kuarsa, dan batu granit.

“Ini jalan yang cukup padat dan menghubungkan Lampung Tengah dengan Pringsewu. Hampir 15.000 kendaraan melintas setiap hari, dan banyak di antaranya kendaraan besar,” jelas Mirza.

Menurutnya, perbaikan jalan perlu diikuti dengan pengaturan kendaraan berat agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan lebih lama. Pemerintah mendorong kendaraan dengan muatan besar untuk menggunakan jalur yang sesuai, termasuk jalan tol, sehingga beban pada jalan provinsi dapat dikurangi.

Dari hasil peninjauan, Gubernur memastikan kondisi konstruksi yang sedang dikerjakan sudah semakin kuat. Pemerintah menargetkan segmen yang saat ini ditangani dapat selesai dan mulai digunakan masyarakat pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

“Hari ini kita cek progres jalan. Insyaallah, pertengahan Oktober sudah bisa digunakan,” ujar Gubernur.

Kepala Pekon Rejosari, Rasmin, mengatakan perbaikan ruas tersebut telah menjawab persoalan yang sebelumnya dirasakan masyarakat, terutama pada titik tanjakan dan kondisi jalan yang rusak. Menurutnya, beberapa kecelakaan pernah terjadi di kawasan tersebut karena kondisi jalan yang menyulitkan kendaraan.

“Sebelumnya, di sinj beberapa kali terjadi kecelakaan karena ada tanjakan. Alhamdulillah, sekarang sudah diperbaiki. Insyaallah setelah selesai nanti manfaatnya akan semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai pembangunan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna jalan, tetapi turut mendukung aktivitas pertanian masyarakat melalui pembangunan gorong-gorong.

“Jadi bukan hanya jalannya yang dibangun, tetapi gorong-gorongnya juga dibuat untuk mendukung petani. Manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama petani. Kami mengucapkan terima kasih dan berharap pembangunannya berjalan lancar,” kata Rasmin.

Bagi warga sekitar, kondisi jalan juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Luci, salah seorang warga, mengatakan sebelum diperbaiki, sejumlah titik jalan berlubang dan terdapat tanjakan serta tikungan yang menyulitkan kendaraan.

“Dulu kondisi jalan di sini cukup parah, banyak yang berlubang. Kecelakaan juga sering terjadi. Mobil kadang kesulitan saat menanjak, ditambah kondisi jalan yang rusak dan banyak tikungan,” ungkapnya.

Ia berharap perbaikan jalan dapat memperlancar berbagai aktivitas masyarakat, termasuk perdagangan dan distribusi hasil pertanian. Salah satunya distribusi sayuran yang dilakukan warga menuju Terminal Pringsewu.

“Kalau jalannya sudah bagus, ekonomi dan perdagangan pasti lebih lancar. Banyak warga yang mondar-mandir berjualan, termasuk mengantar sayuran ke Terminal Pringsewu,” ujarnya.

Menurut Luci, kondisi jalan yang lebih baik juga akan memudahkan perjalanan anak sekolah dan pekerja yang setiap hari melintas di ruas tersebut.

“Anak sekolah, pekerja, semuanya akan lebih lancar kalau jalannya sudah bagus. Mudah-mudahan ke depannya semakin baik dan transportasi masyarakat semakin lancar,” katanya.

Penanganan ruas Kalirejo–Pringsewu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung memperbaiki konektivitas antarwilayah sekaligus memastikan infrastruktur jalan dapat mendukung keselamatan masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada jalur tersebut. (Tab/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *