Pemprov Lampung Percepat Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Pemerintah Provinsi Lampung terus mengintensifkan upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tanggamus bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang digelar secara virtual dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/8/2026).

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, tuberkulosis masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung. Selain mengancam kesehatan masyarakat, penyakit ini juga berdampak pada produktivitas karena membutuhkan pengobatan jangka panjang, minimal enam bulan.

“Penanggulangan tuberkulosis bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat. Karena itu, percepatan eliminasi TB harus menjadi komitmen bersama,” ungkap Jihan.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis pada 2030 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemerintah kabupaten/kota dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TB.

Kabupaten Tanggamus dinilai memiliki potensi besar untuk mempercepat pencapaian target tersebut melalui kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader pekon, hingga seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan estimasi tahun 2026, jumlah kasus tuberkulosis di Provinsi Lampung diperkirakan mencapai 30.745 kasus. Dari jumlah itu, Kabupaten Tanggamus diproyeksikan memiliki 2.532 kasus. Namun, hingga saat ini capaian notifikasi kasus di daerah tersebut baru sekitar 37 persen dari target sehingga upaya penemuan kasus masih perlu ditingkatkan.

Untuk mendukung percepatan eliminasi TB, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tengah mengembangkan website Peduli TB Lampung sebagai media skrining dini dan pelacakan kasus. Platform tersebut diharapkan menjadi pintu masuk identifikasi masyarakat berisiko tinggi sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Selain itu, Pemprov Lampung juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memperkuat sarana dan prasarana diagnosis tuberkulosis, termasuk pengadaan alat kesehatan serta peningkatan layanan pemeriksaan di daerah. Dukungan bagi pasien juga diupayakan melalui usulan program bantuan rumah layak huni bagi penderita TB yang memenuhi persyaratan.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, Jihan mengakui masih terdapat tantangan, terutama rendahnya capaian Treatment Success Rate untuk TB resistan obat (TB RO) serta cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah pasien.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus memperkuat skrining kelompok berisiko, mengoptimalkan layanan diagnosis, meningkatkan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), mempercepat investigasi kontak, memperkuat peran kader TB dan Desa Siaga, serta mengintensifkan koordinasi lintas sektor.

Jihan juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang telah memiliki dokumen perencanaan penanggulangan tuberkulosis secara lengkap. Namun, ia menilai masih diperlukan penguatan fasilitas diagnosis, terutama untuk menangani pasien yang memiliki gejala klinis TB tetapi belum terkonfirmasi melalui pemeriksaan penunjang.

“Saya mohon penanggulangan tuberkulosis ini dilakukan secara serius. Eliminasi TB pada tahun 2030 merupakan arahan Presiden dan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah kabupaten/kota,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Suaidi, mengungkapkan estimasi kasus tuberkulosis di daerahnya mencapai 2.532 kasus. Namun, hingga kini baru 960 kasus yang berhasil ditemukan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar seluruh unsur yang tergabung dalam TP2TB dapat bekerja lebih efektif dalam menemukan dan menangani kasus tuberkulosis.

“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung. Berbagai bentuk dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kinerja penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Tanggamus,” terang Suaidi. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *