Pemprov Lampung Perkuat Upaya Pemantauan Harga dan Pasokan Pangan

Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tetap terkendali.

Langkah tersebut diperkuat melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti TPID seluruh Indonesia secara daring. TPID Provinsi Lampung mengikuti rakor tersebut dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (14/9/2026).

Dalam rakor tersebut disampaikan bahwa inflasi nasional pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19% secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dan 0,21% secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan inflasi nasional tetap terkendali dalam sasaran di bawah 3,5%.

Sementara itu, inflasi Provinsi Lampung pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,53%, atau masih sedikit berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,5%. Kondisi ini mendorong TPID Lampung untuk terus mencermati perkembangan harga dan pasokan, terutama pada sejumlah komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi.

Komoditas yang perlu mendapat perhatian utama yakni daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras. Selain itu, perkembangan harga cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng juga terus dipantau untuk mengantisipasi tekanan terhadap inflasi.

Kenaikan beberapa komoditas diakibatkan kenaikan tarif angkutan udara akibat meningkatnya harga avtur internasional yang dipengaruhi dinamika geopolitik di Selat Hormuz. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar penyesuaian tarif angkutan udara tidak memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah memperkuat upaya melalui penambahan pasokan beras, penyaluran bantuan pangan, serta penguatan Gerakan Pasar Murah dan Rumah Pangan Kita di wilayah yang mengalami tekanan harga.

Untuk komoditas cabai, pengendalian dilakukan melalui dukungan sarana produksi, gerakan tanam, dan fasilitasi distribusi dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Sementara pada komoditas ayam dan telur, pemerintah menambah pasokan jagung pakan untuk membantu menekan biaya produksi dan menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

TPID Provinsi Lampung akan terus memperkuat koordinasi dan pemantauan harga serta pasokan di daerah, khususnya terhadap komoditas yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *