Pemprov Lampung Targetkan Pembangunan Kawasan Industri Katibung Mulai Tahun 2027

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan pembangunan Kawasan Industri Katibung di Kabupaten Lampung Selatan mulai dibangun pada 2027.

“Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat persiapan pengembangan kawasan industri, salah satunya Kawasan Industri Terpadu Katibung di Kabupaten Lampung Selatan yang ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada awal hingga pertengahan 2027,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Sabtu (17/10/2026).

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong investasi, memperkuat hilirisasi industri, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Salah satu proyek yang menjadi perhatian ialah Kawasan Industri Terpadu Katibung. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri hilir yang mengintegrasikan kilang minyak, pabrik bioetanol, terminal khusus, serta fasilitas penyimpanan energi,” katanya.

Dia meminta kepada seluruh anggota tim harus bekerja secara terkoordinasi dan memahami peran masing-masing agar proses percepatan persiapan pembangunan Kawasan Industri Terpadu Katibung berjalan efektif.

“Kita serius untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah diamanahkan oleh Gubernur melalui SK percepatan pengembangan kawasan industri ini. Semua harus memahami tugasnya masing-masing. Ini tidak bisa berjalan parsial, tetapi harus bersama-sama,” ungkapnya.

Menurut dia, untuk mendukung realisasi proyek tersebut, pemerintah daerah bersama pihak pengembang tengah menuntaskan sejumlah persyaratan, antara lain finalisasi studi kelayakan, perizinan lingkungan, dan perizinan lainnya. Koordinasi dengan Bappenas dan kementerian terkait juga dilakukan untuk mengawal usulan pengembangan Katibung dalam perencanaan pembangunan nasional.

“Pengembangan Katibung tidak hanya diarahkan untuk memperkuat sektor energi, tetapi juga membuka peluang hilirisasi komoditas unggulan Lampung. Rencana pembangunan pabrik bioetanol, misalnya, berpotensi membuka pasar bagi jagung hasil produksi petani lokal. Selain itu, pengembangan kawasan diharapkan mendorong tumbuhnya industri turunan dan membuka peluang kerja bagi masyarakat,” jelasnya.

Dia mengarahkan agar perkembangan persiapan proyek dilaporkan secara berkala sehingga kendala yang muncul dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait. Dan terkait materi mengenai potensi kawasan industri dipersiapkan untuk dipromosikan dalam Forum Investasi Lampung (FOILA) pada November mendatang guna mempertemukan peluang investasi daerah dengan calon investor.

“Selain Katibung, ada sejumlah kawasan industri lainnya di Lampung yang dalam proses pengembangan, lalu kesiapan infrastruktur dasar dan tahapan pengembangan masing-masing Kawasan juga terus dipantau. Pengembangan tersebut perlu disesuaikan dengan potensi, tata ruang, dan karakteristik wilayah,” terangnya.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya memastikan pengembangan kawasan industri berjalan terarah dan memenuhi kesiapan yang diperlukan. Upaya ini diharapkan dapat menarik investasi, memperkuat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *