Sinergi Pemprov Lampung dan BI Perkuat Promosi Wisata Berbasis Cerita Rakyat

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menginisiasi kolaborasi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung untuk menyusun buku cerita rakyat. Kerja sama ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus mendorong promosi pariwisata Lampung melalui narasi yang lebih kuat dan berkesan.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor BI Lampung tersebut membahas rencana penerbitan literatur yang memuat nilai-nilai budaya serta pesan moral khas Bumi Ruwa Jurai, Selasa (28/4/2026). Pemerintah Provinsi Lampung menilai banyak kisah lokal dan potensi destinasi wisata yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat luar daerah.

Melalui buku ini, setiap objek wisata di Lampung diharapkan dikenal karena keindahan alamnya sekaligus cerita sejarah atau legenda yang menyertainya. Pendekatan tersebut diyakini memberikan nilai tambah bagi daya tarik pariwisata daerah sehingga mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Bunda Literasi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menjelaskan literasi di destinasi wisata menjadi sarana yang sangat efektif dalam mengenalkan identitas budaya kepada pengunjung. Ia ingin setiap sudut wilayah di Lampung memiliki narasi yang mampu membuat wisatawan merasa lebih terikat secara emosional dengan tempat yang dikunjungi.

“Kita tidak hanya menjual destinasi dan keindahan, tetapi juga menghadirkan cerita di dalamnya untuk mempromosikan pariwisata,” ungkap Wulan Mirza.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh realisasi penyusunan buku cerita rakyat tersebut. Kolaborasi lintas instansi ini dipandang sebagai langkah konkret dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian nilai-nilai tradisi lokal.

Pihak Bank Indonesia berkomitmen membantu proses penyusunan hingga teknis realisasi agar buku tersebut dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi sektor lain untuk turut berkontribusi dalam penguatan identitas budaya daerah melalui karya literasi yang berkualitas.

“Kami menyatakan dukungan terhadap program tersebut dan siap berkolaborasi dalam merealisasikan buku cerita rakyat Lampung,” ujar Bimo Epyanto. (Mln/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed