Wagub Jihan Nurlela Optimistis Provinsi Lampung Bisa

Potensial Jadi Pusat Ekonomi Syariah Sumatera

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan bahwa Provinsi Lampung cukup potensial menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Sumatera.

“Kami optimistis Provinsi Lampung bisa, karena memiliki hampir seluruh persyaratan untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Pulau Sumatera,” ungkap Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Bandarlampung, Selasa (21/7/2026).

Ia mengatakan potensi-potensi yang dapat mendukung Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah seperti keberadaan ekosistem pesantren yang besar. Pesantren dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi syariah.

Kemudian Lampung memiliki kekuatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang potensial untuk membangun halal value chain mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran.

“Selain itu juga memiliki jumlah UMKM yang besar dan terus berkembang, terutama pada sektor pangan, kopi, hasil olahan pertanian, fesyen muslim hingga industri kreatif. Penguatan sertifikasi halal pada sektor tersebut diyakini akan meningkatkan daya saing produk daerah,” katanya.

Dia melanjutkan Provinsi Lampung juga memiliki potensi ekspor yang besar melalui komoditas unggulan seperti kopi, lada, kakao, pisang, udang, dan berbagai komoditas lainnya. Dan dengan adanya penerapan standar halal pada produk komoditas tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk Lampung di pasar internasional.

“Di sisi lain, Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif sebagai instrumen pembiayaan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi Baznas dan seluruh lembaga pengelola wakaf yang terus menunjukkan peningkatan kinerja dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Menurutnya, meski memiliki potensi besar, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan bersama. Sebab pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya jumlah lembaga keuangan syariah, tetapi harus mampu membangun rantai nilai ekonomi syariah yang saling terhubung.

“Oleh karena itu sertifikasi halal harus terus ditingkatkan, akses terhadap pembiayaan syariah harus semakin mudah, literasi ekonomi syariah masyarakat harus semakin baik, digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal, serta industri halal harus semakin kompetitif,” jelasnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah bekerja dalam satu orkestrasi pembangunan. Dinas yang membidangi UMKM, koperasi, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan hingga pariwisata harus saling bersinergi mendukung pengembangan ekonomi syariah.

“Serta adanya penyusunan RAD Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 oleh Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem akses, inklusi, dan literasi keuangan syariah di Lampung, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” tambahnya.

Ia mengatakan, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Perkembangan ekonomi syariah di berbagai negara menunjukkan bahwa sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan identitas agama, tetapi juga telah menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing ekonomi.

“Saya meyakini bahwa apabila seluruh intervensi dan program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan target, maka seluruh upaya tersebut akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target nasional. Mari kita jadikan Provinsi Lampung bukan hanya sebagai daerah yang memiliki potensi ekonomi syariah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menghadirkan praktik-praktik terbaik dalam pembangunan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” terangnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *