Gubernur Mirza Ajak Perguruan Tinggi Perkuat Riset dan Inovasi

Mendorong Kemajuan Pertanian Lampung

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak perguruan tinggi memperkuat kolaborasi riset dan inovasi terapan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing komoditas unggulan terutama di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah dan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI) dalam rangka penyelenggaraan Lokakarya Nasional, di Mahan Agung, Bandar Lampung, Senin (12/10/2026).

Lampung dinilai relevan sebagai lokasi penyelenggaraan Lokakarya Nasional FKPT-TPI karena memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang pangan dan pusat agribisnis nasional. Berbagai komoditas unggulan, seperti kopi, padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, dan tebu, menjadikan Lampung sebagai laboratorium hidup yang mempertemukan pengembangan ilmu dan teknologi pertanian dengan praktik industri serta kebijakan pembangunan.

Gubernur menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian Lampung. Sebagian besar keluarga di daerah ini menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, sehingga peningkatan produktivitas dan nilai tambah komoditas menjadi bagian penting dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, besarnya potensi pertanian perlu diikuti dengan penerapan teknologi, inovasi, dan penguatan pengolahan hasil agar komoditas unggulan daerah memiliki daya saing yang semakin kuat.

“Menurut saya, inilah momen bagi rekan-rekan akademisi untuk meningkatkan daya saing komoditas kita. Ketika produktivitas tinggi, daya saing dan industri kita akan kuat, sehingga produk pertanian Indonesia mampu bersaing di pasar global,” jelas Gubernur.

Ia menambahkan, pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan potensi lahan dan produksi. Diperlukan dukungan riset dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil, serta mendorong pengolahan komoditas agar menghasilkan nilai tambah di tingkat daerah.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemprov Lampung mendorong penguatan sektor pertanian berbasis desa melalui sejumlah program, antara lain pengembangan pupuk organik cair mandiri, penyediaan mesin pengering hasil pertanian, serta penguatan pengolahan komoditas di tingkat lokal. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi tawar petani.

Gubernur berharap FKPT-TPI dapat berperan aktif dalam mengembangkan riset dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab berbagai tantangan pertanian di lapangan.

“Semua program pembangunan ini tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kolaborasi yang baik dengan perguruan tinggi,” katanya.

Selain penguatan riset dan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian Pemprov Lampung. Melalui program Satu Desa Satu Sarjana, pemerintah daerah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa agar semakin banyak generasi muda berpendidikan yang dapat berkontribusi dalam pembangunan desa, termasuk dalam pengembangan sektor pertanian.

Gubernur berharap penyelenggaraan Lokakarya Nasional FKPT-TPI di Lampung dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.

“Mari kita pertemukan semangat para petani dengan kepakaran para akademisi, dan mari kita jadikan Lampung sebagai salah satu penggerak utama transformasi pertanian serta pembangunan ekonomi di desa,” terangnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed