Gubernur Mirza Ajak Perkuat Kerukunan Mendukung Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Lampung

Kukuhkan Pengurus FKUB, FPK, dan FKDM

Lampung, Pemerintahan101 Dilihat

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) bersinergi bersama pemerintah dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, serta memastikan Lampung tetap menjadi rumah bersama yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza usai mengukuhkan pengurus FKUB, FPK, dan FKDM Provinsi Lampung di Balai Keratun Lantai 3, Kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Bandarlampung, Selasa (7/7/2026).

Dalam pengukuhan tersebut, ditetapkan Muhammad Bahrudin sebagai Ketua FKUB Provinsi Lampung periode 2026–2030, Darussalam sebagai Ketua FPK Provinsi Lampung periode 2025–2029, dan Gandhi Liyorba Indra sebagai Ketua FKDM Provinsi Lampung periode 2026–2030.

Gubernur Mirza menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah resmi dikukuhkan. Ia menegaskan ini merupakan amanah besar untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Saudara-saudara yang hari ini dikukuhkan tidak hanya mengemban amanah organisasi, tetapi juga amanah untuk menjaga kepercayaan masyarakat, menjaga stabilitas daerah, serta memastikan Provinsi Lampung tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh semangat kekeluargaan,” ungkap Gubernur Mirza.

Menurutnya, Lampung sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang terbuka dan ramah terhadap siapa pun. Berbagai suku bangsa datang, menetap, hidup berdampingan, dan bersama-sama membangun kehidupan di Provinsi Lampung.

Keberagaman tersebut, kata Gubernur, merupakan anugerah sekaligus kekuatan yang harus terus dijaga. Sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, dan semangat hidup berdampingan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung sejak lama.

“Oleh karena itu, saya percaya keberagaman di Provinsi Lampung adalah modal sosial yang diwariskan para pendahulu kita selama ratusan tahun. Ke depan, keberagaman ini harus menjadi nilai tambah dan kekuatan dalam membangun daerah,” katanya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa masyarakat Lampung terdiri dari berbagai latar belakang, seperti Jawa, Sunda, Bali, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi, Batak, Karo, dan berbagai suku lainnya.

Namun ketika tinggal di Lampung, seluruh masyarakat tersebut tidak lagi merasa sebagai pendatang. Mereka merasa Lampung merupakan rumah bersama.

“Rasa memiliki terhadap daerah inilah yang harus terus kita pelihara. Negara harus mampu menjaga ekosistem sosial yang telah terbentuk sehingga tumbuh rasa cinta kepada Provinsi Lampung, baik sebagai tanah kelahiran maupun tanah pengabdian bagi seluruh masyarakatnya,” tuturnya.

Ia menilai keterbukaan masyarakat Lampung menjadi salah satu kekuatan besar yang belum tentu dimiliki daerah lain. Karakter masyarakat yang mudah menerima siapa pun sebagai saudara membuat berbagai kelompok masyarakat merasa diterima dan menjadi bagian dari Lampung.

Keberagaman tersebut, lanjutnya, justru menjadi kekuatan pembangunan karena setiap suku memiliki keunggulan masing-masing dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Provinsi Lampung.

“Warisan ini bukan semata-mata dibangun oleh pemerintah, tetapi oleh karakter masyarakat Lampung sendiri yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, apa pun tantangan yang akan dihadapi Indonesia maupun dunia, kita harus tetap menjaga kedamaian, persaudaraan, dan kebersamaan,” tegasnya.

Gubernur Mirza juga menyampaikan bahwa berbagai dinamika sosial yang dihadapi Lampung dapat dilewati dengan baik karena adanya kesadaran masyarakat untuk hidup damai, saling menghormati, dan membangun komunikasi yang baik.

“Banyak pihak bertanya mengapa Lampung tetap kondusif. Jawabannya bukan semata karena pemerintah, TNI, atau Polri, tetapi karena masyarakat Lampung sejak awal memiliki kesadaran untuk menjaga kedamaian dan menjalin komunikasi yang baik,” katanya.

Menurutnya, peradaban yang maju hanya dapat dibangun di atas masyarakat yang damai. Sumber daya manusia yang unggul akan tumbuh apabila stabilitas dan kerukunan tetap terjaga.

Karena itu, FKUB, FPK, dan FKDM menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, kerukunan, toleransi, serta kewaspadaan masyarakat.

Gubernur berpesan kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan agar menjaga dan mewariskan nilai-nilai persatuan kepada generasi berikutnya.

Ia menitipkan pesan untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan perdamaian di Provinsi Lampung sebagai modal utama pembangunan daerah, serta menjaga potensi besar yang dimiliki Lampung.

Menurutnya, Lampung merupakan salah satu daerah dengan sumber daya alam melimpah. Provinsi ini menjadi sentra produksi berbagai komoditas seperti padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, lada, kopi, tebu, serta berbagai komoditas pertanian lainnya yang menjadi andalan nasional.

Lebih dari 2 juta keluarga di Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Selain itu, Lampung juga menjadi salah satu daerah penghasil peternakan dan perikanan terbesar di Indonesia.

Seluruh potensi tersebut, kata Gubernur, dikelola oleh masyarakat dari berbagai suku dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Kesuburan tanah Lampung telah memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat Lampung, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia. Hasil pertanian, peternakan, dan perikanan Lampung menjadi penopang kebutuhan pangan berbagai daerah di tanah air,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut hanya dapat berkembang apabila keamanan dan kedamaian tetap terjaga.

“Tanpa stabilitas, pembangunan tidak akan berjalan. Namun dengan suasana yang aman dan harmonis, seluruh potensi daerah dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Gubernur Mirza.

Gubernur kemudian mengajak seluruh pengurus FKUB, FPK, dan FKDM bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan menjaga persatuan, memperkuat toleransi, merawat keberagaman, serta membangun Provinsi Lampung yang semakin maju, aman, damai, dan sejahtera.

Ia menekankan bahwa upaya pembangunan tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa semangat yang sama dari seluruh pihak. Kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun Provinsi Lampung.

“Berbagai persoalan tentu akan selalu ada, tetapi persoalan tersebut hanya dapat diselesaikan apabila kita mau duduk bersama, berdialog, dan saling mendengarkan,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, Menjaga keamanan, kerukunan, dan kedamaian di Lampung bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Ia meminta Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat harus berjalan dengan semangat yang sama, yakni semangat kebersamaan yang telah diwariskan masyarakat Lampung selama ratusan tahun.

“Dalam berbagai situasi, baik ketika menghadapi kesulitan maupun keberhasilan, semangat menjaga persatuan tidak pernah luntur. Saya menitipkan amanah kepada seluruh Bapak dan Ibu untuk bersama-sama menjaga perdamaian, memelihara kerukunan, serta terus mendorong kemajuan Provinsi Lampung demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” terangnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *