Gubernur Mirza Dorong BUM Desa Jadi Penggerak Hilirisasi dan Ekonomi Desa

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai penggerak hilirisasi komoditas dan pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui Program Desaku Maju.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat sekaligus memperkuat rantai usaha dari hulu hingga hilir.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas BUM Desa dalam Pelaksanaan Program Desaku Maju Provinsi Lampung 2026 di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, Bandar Lampung, Senin (21/9/2026).

Bimtek tersebut berlangsung selama enam hari, 21–26 September 2026, dan diikuti 168 peserta. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap, yakni 21–23 September dan 24–26 September 2026, dengan masing-masing tahap diikuti 84 peserta.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengatakan tantangan pembangunan ekonomi desa bukan terletak pada keterbatasan potensi, melainkan belum optimalnya pengolahan sumber daya menjadi produk bernilai tambah.

“Persoalan saat ini bukan terkait potensi desa. Persoalannya adalah potensi kita yang belum sepenuhnya menjadi nilai tambah,” ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, masih banyak komoditas pertanian yang dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut membuat nilai ekonomi dari hasil produksi desa belum sepenuhnya dinikmati masyarakat setempat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya mempercepat hilirisasi agar komoditas yang dihasilkan desa tidak terus keluar dalam bentuk bahan mentah.

“Kita tidak mau lagi kekayaan yang ada di desa keluar dalam bentuk mentah,” tegasnya.

Melalui Program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai usaha dari hulu hingga hilir, sehingga hasil produksi masyarakat dapat diolah dan dipasarkan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Gubernur Mirza juga menegaskan BUM Desa harus memiliki kapasitas manajerial yang memadai untuk mengelola peluang usaha dan mengembangkan rantai nilai komoditas lokal.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola BUM Desa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Desaku Maju. Manajer BUM Desa dituntut mampu mengembangkan usaha, membangun kemitraan, serta memastikan kegiatan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“BUM Desa harus menjadi penghubung antara petani dengan pasar, antara pelaku usaha dengan perbankan, antara desa dengan investor, dan antara produksi dengan industri,” terangnya.

Gubernur Mirza menargetkan desa di Lampung dapat menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu, ia berharap BUM Desa mampu berkembang menjadi institusi ekonomi yang profesional dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi lokal.

“Kami percaya, kalau desa bergerak, ekonomi akan tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, kesejahteraan meningkat,” jelasnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *