Gubernur Mirza Dorong Produk Desa Lampung Tembus Pasar Ekspor

Memperkuat Perekonomian Pringsewu

CAHYAMEDIA (PRINGSEWU) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pengembangan pasar ekspor menjadi upaya untuk memperkuat perekonomian Pringsewu.

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong produk pertanian daerah agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu menembus pasar ekspor.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyinggung rencana ekspor yang tengah disiapkan Kabupaten Pringsewu ke Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan Mirza saat menghadiri puncak peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Arena Gruput, Kompleks Kantor Pemkab Pringsewu, Minggu (25/10/2026).

Menurut Mirza, pengembangan pasar ekspor menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan masyarakat.

Ia menegaskan, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang perekonomian Lampung. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan produksi yang diikuti pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.

Mirza mencontohkan pengolahan komoditas pertanian di tingkat desa yang mulai berkembang menjadi produk olahan, termasuk bahan berbentuk tepung yang berpeluang dipasarkan lebih luas.

Melalui hilirisasi, hasil panen petani diharapkan tidak hanya memiliki nilai jual sebagai komoditas mentah, tetapi juga menghasilkan produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, keterlibatan petani dan masyarakat desa menjadi bagian penting dalam pengembangan industri pengolahan tersebut. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari kegiatan hilirisasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah penghasil.

Gubernur Mirza mengatakan, peningkatan kesejahteraan petani perlu didukung kebijakan yang menjaga harga komoditas sekaligus membuka peluang pasar bagi hasil pertanian.

Ia juga menyinggung perkembangan aktivitas ekonomi di sejumlah kabupaten berbasis pertanian, termasuk peningkatan penjualan mobil yang disebutnya mencapai hampir 40 persen.

Selain itu, penjualan semen di sejumlah kabupaten turut menjadi indikator yang disorotnya dalam melihat perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Mirza menyebut Lampung berada di posisi kedua dalam pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

Ke depan, Pemprov Lampung berharap penguatan sektor pertanian dan hilirisasi dapat mendorong pertumbuhan usaha pengolahan, memperluas akses pasar produk lokal, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas yang dihasilkan petani.

Rencana ekspor Pringsewu ke Amerika Serikat pun menjadi salah satu peluang untuk memperluas jangkauan pasar produk daerah. (Tab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *