Gubernur Mirza Hadiri Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026

CAHYAMEDIA (JAKARTA) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal nenghadiri Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 & Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi, sekaligus menerima penghargaan penguatan pendidikan anti korupsi melalui implementasi Pendidikan Anti Korupsi (PAK) pada muatan lokal, di Gedung Merah Putih Gedung Juang Lantai III Setia Budi Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Dalam rangka diseminasi hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026, KPK menyelenggarakan peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama KPK dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

SPI Penididikan, dilaksanakan oleh KPK untuk mengukur efektivitas upaya pendidikan antikorupsi melalui pemetaan kondisi integritas pendidikan di Indonesia berdasarkan 3 aspek, yaitu karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola pendidikan.

Pelaksana harian Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat (P2SM) KPK – Dian Novianti dalam laporannya menyebutkan SPI pendidikan 2026, dilakukan untuk melakukan pemetaan kondisi integritas pendidikan di Indonesia.

“Kami harapkan hasil dari SPI pendidikan ini, dapat menjadi evaluasi capaian perbaikan dalam membangun integritas pendidikan serta mendorong tercapainya SDM dan ekosistem pendidikan yang berintegritas,” ungkapNovianti.

SPI Pendidikan ini, lanjut dia, juga untuk mewujudkan visi KPK yaitu Bersama Mewujudkan Negara Anti Korupsi Menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus sebagai salah satu upaya untuk mengukur dampak dari program pendidikan anti korupsi.

“Kedepan kita harapkan akan meningkatkan upaya pencegahan melalui pendidikan anti korupsi yang komprehensif,” harapnya.

Dian Novianti juga mengatakan dalam pelaksanaan SPI Pendidikan, KPK bekerjasama dengan berbagai mitra, satuan pendidikan yaitu murid, mahasiswa, guru, dosen, kepala sekolah, dan pimpinan perguruan tinggi. Kemudian instansi pembina, Dinas Pendidikan, Pemda, Kanwil Kemenag, serta instansi pengawas inspektorat.

Sementara diforum yang sama Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan hasil Survei Penilaian Nasional (SPI) tahun 2026 berada di angka 73,30, katagori Adaptif.

Jika melihat SPI Tahun 2025 di angka 72,32 lanjut Budiyanto terjadi kenaikan, Namun, secara rata-rata, skor ini masih rentan.

Setyo menjelaskan skor tersebut menunjukkan perilaku korupsi masih ada di berbagai instansi. Setyo mengatakan survei dilakukan dengan jujur.

“Skor ini, Bapak-Ibu, ini bukan hanya sekadar angka. Tapi menunjukkan bahwa perilaku korupsi di masing-masing itu masih ada,” ujarnya.

Menurutnya, indeks integritas nasional itu tidak hanya sekadar angka, melainkan menunjukkan perilaku korupsi di masing-masing kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Dia juga menawarkan agar kementerian/lembaga menelusuri secara detail skor SPI tersebut.

“Bapak-Ibu bisa menugaskan para inspektoratnya untuk hadir bersama dengan Kedeputian Pencegahan, nanti dibedah di bagian apa yang risiko integritasnya masih rendah. Potensi kerawanan terhadap gratifikasi, suap, dan lain-lain masih rendah,” jelas Setyo Budiyanto. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *