Gubernur Mirza Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil Jelang Nataru 2025–2026

Lampung258 Dilihat

CAHYAMEDIA (BADARLAMPUNG) — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga. Tak hanya fokus pada keamanan dan kelancaran transportasi, sektor pangan menjadi perhatian serius Pemprov Lampung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara langsung memantau kondisi pasar saat kunjungan kerja, termasuk ke Pasar Way Batu, Kabupaten Pesisir Barat. Dalam pemantauan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Iyay Mirza menaruh perhatian besar pada Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Ia menegaskan, pentingnya menjaga keseimbangan harga. Di satu sisi, petani harus memperoleh harga jual yang layak di atas Harga Pokok Produksi (HPP). Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen tetap mendapatkan harga kebutuhan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Pemantauan kemudian dilanjutkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung yang turun langsung ke sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan aman serta harga bahan pokok tetap terkendali selama momentum Nataru 2025–2026.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan pengawasan intensif menjadi langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan permintaan dan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan, stok bahan pokok di pasaran aman dan mencukupi hingga awal tahun,” ujar Zimmi, Sabtu (27/12/2025).

Pemantauan harga dan ketersediaan pangan juga dilakukan di Pasar Kangkung, Telukbetung, Kota Bandarlampung.

Dari hasil pantauan tersebut, harga beras medium SPHP (Bulog) tercatat Rp12.000 per kilogram, sementara beras premium merek Dua Koki dijual Rp15.000 per kilogram.

Untuk komoditas lain, gula pasir curah dijual Rp17.500 per kilogram, daging sapi Rp130.000 per kilogram, dan telur ayam broiler Rp28.000 per kilogram. “Secara umum harga sudah mulai stabil. Sebelumnya cabai sempat mengalami kenaikan, namun saat ini cabai merah sudah turun menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram,” jelas Zimmi.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau dan cabai rawit merah atau cabai setan masing-masing berada di angka Rp70.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp40.000 per kilogram, bawang putih Honan Rp35.000 per kilogram, serta bawang bombay Rp35.000 per kilogram.

Dengan pemantauan rutin dan pengawasan ketat, Pemprov Lampung optimistis stabilitas pangan selama Nataru 2025–2026 dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan akhir tahun dengan tenang. (Mln/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *