Hari ini, Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Lapangan Korpri

Berharap Hujan Redakan Dampak Abu Vulkanik

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak masyarakat menggelar doa bersama dan Salat Istisqa sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau sekaligus dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Salat Istisqa dijadwalkan berlangsung pada Kamis, (10/9/2026), pukul 09.00 WIB di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari taujihat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Tadi sore MUI telah mengeluarkan imbauan masyarakat melaksanakan shalat istisqa dan juga doa untuk diturunkan hujan,” ungkap Jihan saat konferensi pers di Pusdalops BPBD Lampung, Selasa (8/9/2026) malam.

Pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung di Lampung.

Selain persoalan kekeringan, masyarakat juga menghadapi potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih perlu diwaspadai.

Melalui Shalat Istisqa dan doa bersama, hujan diharapkan segera turun sehingga dapat membantu menghadapi kondisi kemarau sekaligus mengurangi dampak abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk bersama-sama berdoa. Bagi yang tidak bisa hadir, silakan melaksanakan di rumah atau tempat masing-masing,” jelasnya.

Namun, pemerintah tetap meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca dan terus mengikuti langkah-langkah mitigasi yang telah disiapkan.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan. Ia juga meminta masyarakat memastikan informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau berasal dari sumber resmi.

“Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Ikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan juga pemerintah daerah,” tegasnya.

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gunung dan potensi penyebaran abu.

Pemprov Lampung juga kembali mengingatkan warga agar mematuhi radius bahaya tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diminta menggunakan masker, terutama ketika abu vulkanik turun, serta menutup ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya abu.

Pemprov Lampung juga terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak erupsi, termasuk koordinasi dengan instansi terkait, distribusi masker, penyiraman sejumlah jalur transportasi untuk mengurangi debu, serta pengujian sampel abu vulkanik di laboratorium. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed