Rakorda Bangga Kencana 2026, Pemprov Lampung Perkuat Ketahanan Keluarga

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan keluarga sebagai pilar utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2026 di Ballroom Hotel Radisson.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menjelaskan pembangunan SDM merupakan kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing wilayah. Lampung saat ini sedang bersiap menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2035 yang menuntut peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan keterampilan masyarakat secara menyeluruh.

Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung menunjukkan tren positif dengan peningkatan ke angka 73,98 pada tahun 2025. Selain itu, angka kemiskinan di tingkat provinsi juga berhasil ditekan menjadi 9,66 persen sebagai modal penting dalam memperkuat struktur sosial ekonomi masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menekankan pentingnya ketersediaan data akurat terhadap sekitar 2,7 juta keluarga di Lampung agar seluruh program pembangunan tepat sasaran. Ia meminta integrasi program pembangunan keluarga diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa guna memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bagi Provinsi Lampung, pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing wilayah,” ungksp Marindo Kurniawan, Rabu (29/4/2026).

Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN Wahyuniati menyampaikan bahwa transformasi lembaga dilakukan melalui peran sebagai penggerak kebijakan dan integrator lintas sektor. Fokus utama saat ini adalah intervensi pada kelompok sasaran seperti ibu hamil dan balita sebagai bagian dari penguatan 1.000 hari pertama kehidupan.

“Pendekatan pembangunan berbasis keluarga menjadi sangat penting, terutama dalam intervensi pada kelompok sasaran ibu hamil, menyusui, dan balita,” ujar Wahyuniati.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Lampung Soetriningsih melaporkan bahwa Rakorda ini bertujuan mengevaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus memperkuat sinergi penurunan stunting. Meski realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 tergolong tinggi, masih terdapat beberapa indikator seperti angka kelahiran remaja dan median usia kawin pertama yang perlu perhatian khusus.

“Melalui Rakorda ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi dan memastikan seluruh intervensi benar-benar tepat sasaran,” ujar Soetriningsih.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menerima Apresiasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dari Menteri Mendukbangga atas penyusunan dokumen kependudukan berkualitas. Penghargaan ini diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Mirza didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan sebagai bentuk pengakuan atas keseriusan daerah dalam mengelola dinamika kependudukan. (Mln/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *