Wagub Jihan Ajak Pelajar Perlu Miliki Sensitivitas Sosial

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengajak pelajar yang ada di daerahnya untuk memiliki sensitivitas sosial untuk membentuk generasi yang unggul dan peduli sesama.

“Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, dibandingkan generasi sebelumnya. Dimana arus informasi yang sangat cepat dan tanpa batas menuntut pelajar memiliki kemampuan adaptasi yang kuat agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” ungkap Wagub Jihan Nurlela di Bandarlampung, Senin (15/6/2026).

Ia mengatakan para pelajar di daerahnya pun perlu memiliki nilai sensitivitas sosial.

“Sensitivitas sosial ini penting agar generasi muda tidak hanya berfokus pada dirinya sendiri, tetapi turut memahami dan memperjuangkan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan nilai sensitivitas sosial itu menjadi satu dari tiga hal utama yang harus dimiliki pelajar di Provinsi Lampung agar dapat menjadi sumber daya manusia yang mumpuni atau generasi yang unggul.

“Terdapat tiga hal utama yang harus dimiliki seorang pelajar, yakni kapasitas intelektual, kematangan karakter, dan sensitivitas sosial ini harus terus melekat dengan pelajar yang ada di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Ia melanjutkan penting juga dilaksanakan pembentukan karakter melalui organisasi pelajar.

“Kapasitas intelektual menjadi kompas dalam menentukan arah kehidupan. Di tengah banyak dan mudahnya informasi, tantangan terbesar bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang benar dan bermanfaat,” tambahnya.

Menurut dia, kecerdasan tanpa didukung akhlak dan karakter yang baik tidak akan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

“Lalu ada sejumlah isu yang tengah dihadapi generasi muda saat ini, seperti kesehatan mental, perundungan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan ini menjadi perhatian juga,” terangnya.

Dia menjelaskan isu-isu tersebut perlu menjadi perhatian dan bahan diskusi strategis sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Menjadi hebat hari ini bukan tentang siapa yang paling terkenal atau paling kaya, tetapi siapa yang mampu terus bergerak, terus mengabdi, dan konsisten memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya. (Mln/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *