Wagub Jihan Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan KPH untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong pengembangan komoditas unggulan di setiap Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan, Kamis (15/10/2026).

Jihan mengatakan, pengelolaan hutan perlu diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis potensi kawasan dengan melibatkan masyarakat serta membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.

“Penerapan konsep pengelolaan hutan berbasis ekonomi melalui pengembangan komoditas unggulan di setiap Kesatuan Pengelolaan Hutan di Lampung perlu dilakukan,” kata Jihan.

Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan potensi kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, pengolahan hasil produksi, hingga akses pasar dalam satu sistem usaha yang berkelanjutan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan nilai ekonomi kawasan hutan harus tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.

“Dalam pelaksanaannya juga harus tetap menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Jihan menambahkan, penetapan komoditas unggulan tidak boleh hanya sebatas mengidentifikasi potensi yang tersedia. Setiap komoditas harus dikembangkan secara terencana agar mampu memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Setiap komoditas harus dikembangkan secara serius, mulai dari proses produksi, peningkatan kualitas, keberlanjutan pasokan, hingga kepastian pembeli,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pengembangan KPH sebagai penggerak ekonomi kawasan hutan akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada penguatan fondasi pada 2026–2028, kemudian dilanjutkan dengan ekspansi hingga mencapai kemandirian pada 2033.

Jihan juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi pelaksanaan program agar sistem pengelolaan yang dibangun dapat berjalan secara berkelanjutan di seluruh tingkatan.

“Sistem yang hari ini dibangun harus dijaga agar tidak rapuh di mana pun dan pada level apa pun. Semua harus saling mengingatkan bahwa sistem itu harus dijaga dan dijalankan bersama,” jelasnya.

Selain pengembangan komoditas unggulan, ia meminta seluruh jajaran dinas kehutanan memperkuat koordinasi dan sinergi antarpersonel maupun antarunit kerja.

Menurutnya, kerja sama yang solid menjadi faktor penting agar perlindungan kawasan, rehabilitasi hutan, pencegahan kebakaran, serta pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara beriringan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk memperkuat sinergi seluruh jajaran kehutanan dalam menjaga kelestarian hutan, meningkatkan efektivitas pengawasan, mencegah kerusakan lingkungan, serta mengembangkan potensi ekonomi kawasan secara bertanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan generasi mendatang,” terangnya. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *