Wagub Jihan: Sektor Pendidikan Instrumen Fundamental Pembangunan Daerah

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan bahwa sektor pendidikan menjadi instrumen fundamental dalam pembangunan di daerah itu.

“Pendidikan merupakan instrumen utama pembangunan manusia dan pembangunan daerah. Tanpa sumber daya manusia yang mumpuni, potensi daerah tidak akan dikelola dengan maksimal,” ungkap Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Selasa (14/4/2026).

Ia mengatakan, meskipun kondisi fiskal menjadi tantangan, dengan kolaborasi yang kuat mampu memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan optimal, khususnya dalam peningkatan kualitas guru serta tenaga kependidikan.

“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan standar kualitas guru dan tenaga pendidik sejalan dengan arahan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengimplementasikan kebijakan pembebasan biaya komite untuk sekolah menengah atas negeri (SMAN) di seluruh wilayah Lampung.

“Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah di Provinsi Lampung,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota di daerahnya untuk melakukan inovasi serupa, sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah.

“Dalam perspektif pembangunan, capaian sektor pendidikan di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung tercatat mencapai 73,98 poin atau meningkat 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh berbagai indikator seperti angka harapan hidup sebesar 74,71 tahun, harapan lama sekolah 12,79 tahun, dan rata-rata lama sekolah 8,61 tahun,” terangnya.

Menurut dia, masih adapula sejumlah tantangan strategis yang harus dihadapi di sektor pendidikan, diantaranya kesenjangan akses pendidikan di daerah tertinggal terdepan terluar (3T), keterbatasan infrastruktur, tingginya angka anak tidak sekolah, serta distribusi tenaga pendidik yang belum merata.

“Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menghadirkan berbagai program inovatif seperti Sekolah Cangkok bagi siswa di daerah terpencil, program Lampung Mengajar untuk distribusi guru, serta Program Vokasi Migran guna menyiapkan tenaga kerja terampil berdaya saing global,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa pemerintah daerah juga terus mendorong adanya transformasi digital pendidikan melalui berbagai platform seperti ruang menghimpun data, aksi uji latihan dan Desmat sebagai sarana penguatan kesiapan siswa menghadapi pendidikan tinggi. (Mln/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *