Gubernur Mirza Ajak ISPI Lampung Aktif dalam Pengembangan Sektor Peternakan di Daerah

Lampung, Pemerintahan109 Dilihat

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Lampung sebagai lumbung pangan dan lumbung ternak nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan protein hewani masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah ISPI Lampung Periode 2026-2031 di Ballroom Aston Hotel Bandarlampung, Sabtu (9/5/2026).

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.

“Lampung memiliki basis pertanian yang sangat kuat untuk mendukung pengembangan peternakan. Produksi padi kita mencapai 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG) dan terus meningkat. Produksi jagung sekitar 1,7 juta ton atau terbesar keenam nasional, serta ubi kayu mencapai 7,5 juta ton. Semua itu menjadi bahan baku potensial untuk pakan ternak,” ungkap Mirza.

Ia menyebutkan, Lampung juga memiliki kontribusi besar terhadap sektor peternakan nasional. Untuk komoditas sapi potong, Lampung berada di peringkat keempat nasional, kambing peringkat ketiga, ayam pedaging peringkat kesembilan, dan ayam petelur peringkat kesepuluh nasional.

Menurut Mirza, capaian tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan peternakan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya menjadi sektor penghasil bahan mentah. Sektor ini harus menjadi sumber industrialisasi daerah, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan bagi petani, peternak, serta masyarakat desa,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Kita harus memastikan kecukupan protein hewani masyarakat, mulai dari telur, daging, ayam, ikan hingga susu. Hilirisasi peternakan sangat penting untuk memperkuat pasokan protein, menjaga harga tetap terjangkau, sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis,” terangnya.

Gubernur Mirza menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung memiliki Program Desaku Maju untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi, hilirisasi hasil pertanian, serta pembangunan infrastruktur desa.

“Kami ingin membangun desa-desa yang kuat secara ekonomi. Kelembagaan desa seperti koperasi dan BUMDes harus diperkuat, sementara produksi dan produktivitas pertanian terus ditingkatkan dengan semangat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Untuk itu, Mirza mengajak ISPI Lampung untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan sektor peternakan di daerah.

Menurutnya, ISPI harus menjadi mitra ilmiah pemerintah daerah, membantu pemetaan potensi ternak dan kebutuhan pakan, serta mendampingi peternak dalam teknologi budidaya dan pengolahan.

“ISPI juga dapat membantu menjaga mutu, keamanan pangan, dan standar halal produk peternakan serta penggerak inovasi peternakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB ISPI Audy Joinaldy mengatakan Lampung merupakan salah satu daerah penopang kebutuhan pangan hewani di Pulau Sumatra dan Jawa.

“Salah satunya di Sumatera Barat, itu sapinya sudah pasti sebagian besar dari Lampung, termasuk ayam. Bahkan kontribusi sektor peternakan terhadap PDRB Lampung hampir mencapai 10 persen. Ini angka yang sangat besar dan menunjukkan sektor peternakan menjadi salah satu penyangga ekonomi daerah,” tutur Audy.

Menurut Audy, ISPI siap mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya di sektor peternakan dan ketahanan pangan.

“ISPI adalah pejuang protein hewani. Kami siap mendukung program Pak Gubernur dan memberikan masukan serta pendampingan kepada pemerintah dalam pengembangan sektor peternakan,” ujarnya.

Ketua PW ISPI Lampung Aris Susanto mengatakan sektor peternakan ke depan akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, tekanan lingkungan, hingga kebutuhan pakan yang harus disiapkan.

Menurutnya, peran insinyur peternakan sangat penting untuk menghadirkan inovasi dalam sistem budidaya maupun pengolahan hasil peternakan.

“Kita meyakini hilirisasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan untuk menopang ketahanan pangan. Saat ini produksi unggas Lampung, baik telur maupun ayam pedaging, sudah surplus dan menyuplai berbagai daerah penyangga hingga ibu kota,” terang Aris.

Ia berharap seluruh organisasi profesi dan pemangku kepentingan dapat bersinergi membangun ekosistem hilirisasi peternakan yang kuat agar mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah maupun nasional. (Mln/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *