Optimalkan Limbah Pertanian, Pemprov Lampung Dorong Industri Biomassa

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Provinsi Lampung memiliki potensi biomassa yang sangat besar karena ditopang oleh sektor pertanian dan perkebunan. Setidaknya terdapat 1,3 juta hektar lahan yang menghasilkan limbah organik sebagai bahan baku energi alternatif.

Limbah pertanian dari tanaman jagung serta singkong dapat diolah menjadi sumber energi uap maupun listrik. Pemanfaatan sisa hasil panen tersebut menjadi solusi efisien untuk mendukung ketahanan energi di masa depan.

Selain biomassa, pemerintah daerah juga mengidentifikasi potensi pengembangan proyek panel surya terapung di beberapa lokasi. Tiga bendungan di Lampung dinilai layak dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas besar.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan potensi biomassa berasal dari komoditas padi hingga tebu yang melimpah. Kapasitas proyek tenaga surya pada setiap bendungan diperkirakan mampu mencapai 200 megawatt.

“Lampung ini punya sekitar 1,3 juta hektar potensi biomassa yang berasal dari padi hingga jagung,” jelas Mirza, Kamis (14/5/2026).

Pengembangan energi matahari ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan jaringan listrik untuk sektor industri. Pengolahan limbah industri menjadi uap juga menjadi inisiatif yang akan segera dijajaki bersama mitra investor.

Integrasi antara potensi alam dan teknologi tepat guna akan menciptakan kemandirian energi di tingkat daerah. Langkah ini sejalan dengan target nasional dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan di Indonesia. (Mln/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *