Gubernur Mirza Pastikan Aman Takbiran Warga Bandarlampung Tumpah ke Jalan

CAHYAMEDIA (BANDARLAMPUNG) — Jumat (20/3/2026) malam, langit Bandarlampung seakan ikut bergetar oleh gema takbir. Masyarakat tumpah ruah ke jalan-jalan protokol, menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausak bersama Forkompinda memantau langsung situasi di Pos Pengamanan (Pospam) Masjid Al Bakrie, Enggal. Pemantauan juga dilakukan di Jl. Diponegoro, Dr. Susilo, Jendral Sudirman. Pusat-pusat keramaian, Tugu Gajah dan Lungsir.

Gubernur Mirza bersyukur malam takbiran terpantau aman dan terkendali. Dia menyempatkan diri berinteraksi dengan warga yang konvoi takbiran. Polda Lampung telah menyiapkan 57 pos pengamanan, 20 pos pelayanan, dan satu pos terpadu di lokasi strategis di kabupaten/kota.

Malam itu arus kendaraan mengular pelan. Konvoi sepeda motor dan mobil memenuhi jalan, membawa satu suara yang sama: takbir yang menggema, tanda kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.

Di tengah keramaian itu, terlihat warga berboncengan, mengikuti iring-iringan pikap yang dipenuhi pengeras suara. Tak sedikit yang membawa Bendera Merah Putih, berkibar di antara cahaya lampu kendaraan, menambah semarak malam takbiran.

Di Kelurahan Kotakarang suasana semakin meriah. Warga mengenakan beragam kostum unik, mengundang senyum dan perhatian. Di Kelurahan Durian Payung dan Wayhalim Permai (Jl. Pulau Buru) para remaja pawai obor.

Namun di balik riuhnya perayaan, satu hal tetap terasa sama—lantunan takbir yang tak henti, menyatukan hati dalam rasa syukur. Aparat kepolisian juga tampak memahami kegembiraan warga menyambut lebaran.

Masjid-masjid pun tak kalah hidup. Takbir berkumandang tanpa jeda hingga larut malam, bahkan menjelang dini hari. Sesekali, suara petasan memecah langit, seolah menjadi penanda kegembiraan yang tak terbendung setelah sebulan penuh beribadah.

“Saatnya kita bergembira bersama menyambut lebaran,” ungkap Ridho (22), remaja Kelurahan Enggal.

Ia tampak tersenyum, melihat emak-emak dan anak-anak turut larut dalam konvoi, berbagi kebahagiaan di atas kendaraan roda dua.

Di tengah euforia tersebut, aparat kepolisian tetap siaga, menjaga agar malam penuh suka cita ini tetap berlangsung aman dan tertib.

Kapolresta Bandarlampung, Kompol Pol Alfret Jacob Tilukay, mengingatkan bahwa takbiran adalah momen kebahagiaan yang seharusnya dirayakan dengan damai dan penuh kebersamaan.

Malam takbiran pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia adalah tentang harapan yang kembali dipupuk, tentang hati yang kembali bersih, dan tentang kebersamaan yang menghangatkan di ujung Ramadan. (Mln/”)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *